Home » Utama » Kasus Bayi Freezer, Hakim Marahi Suami Siri SL

Kasus Bayi Freezer, Hakim Marahi Suami Siri SL

TARAKAN- Suami siri SL, Dody Haikal (DH) dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi dalam sidang kedua kasus bayi dalam freezer di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan. Dalam sidang yang berlangsung dua jam lebih ini, DH dimarahi Majelis Hakim yang diketuai Christo EN Sitorus dan Hakim Anggota Hendrywanto Mesak Keluanan Pello dan Fatria Gunawan. SL sendiri didampingi kuasa hukumnya, Nunung Tri Sulistyawati.
Dalam pengakuannya, DH sudah menikahi SL meski hanya sebagai istri siri sejak 4 tahun lalu, sempat tinggal di Jalan Slamet Riyadi baru kemudian pindah ke Jalan Lestari, Kelurahan Karang Harapan.
Namun, selama empat tahun pernikahan ini ternyata SL hanya dijenguk DH satu kali dalam seminggu, di akhir pekan. Soal kasus yang menjerat SL, kepada Majelis Hakim DH mengaku tidak tahu dan baru mengetahui setelah ada polisi yang menghubunginya dan mengatakan ada bayi ditemukan didalam freezer di tempat pencucian mobil miliknya.
Christo bahkan sempat menanyakan kondisi kejiwaan SL dan dijawab normal oleh DH. Namun, soal kapan, bagaiamana SL melahirkan hingga alasannya menyimpan bayinya kedalam Freezer, DH mengaku tidak tahu.
“Waktu saya lihat perutnya besar sempat tanya, tapi kata SL sakit kista, sudah saya anjurkan berobat, karena bisa berobat sendiri, saya mau antar tapi dia (SL) tidak mau,” kata DH.
Majelis Hakim pun berpendapat tidak ada perhatian DH kepada SL, hingga akhirnya SL menyembunyikan kehamilan dan melahirkan bayinya sendiri. Padahal, DH yang sudah menikah empat kali ini memiliki enam anak, namun soal nafkah DH memastikan ia memenuhi semua kebutuhan SL.
“Bagaimana saudara saksi (DH) tidak tahu, lihat perut istri besar, alasan istri sakit kista tapi saudara saksi sebagai suami tidak memastikan apakah benar terdakwa ini sakit kista. Kalau saudara saksi ini memberikan perhatian kepada terdakwa, misalnya mengantarkan ke rumah sakit untuk diperiksa, pasti hal seperti ini tidak akan terjadi,” sesal Ketua Majelis Hakim, Christo.
Selain itu, Christo juga menyesali DH yang minim komunikasi dengan SL untuk menanyakan alasan SL, hingga mengakibatkan anak kedua dari hasil pernikahan sirinya ini meninggal. Padahal, ancaman pidana penjara dalam kasus SL ini bisa hingga seumur hidup penjara.
“Bagaimana saudara saksi bisa membiarkan istri saudara dengan kondisi kejiwaannya seperti ini, dan dibiarkan sendiri,” sambung Ketua Majelis Hakim. “Saya sesali, tapi saya salahkan diri sendiri juga,” jawab DH.
Selain DH, JPU juga menghadirkan MU, ibu kandung SL. Namun, dari pengakuan MU ini juga kurang komunikasi dengan DH dan hanya menanyakan soal kejanggalan dari perilaku SL dengan SL sendiri tanpa memastikan keterangannya kepada DH.
“Ada memang SL mengatakan sedang kuret, katanya anaknya tidak berkembang jadi hancur didalam kandungan usianya 6 bulan. Katanya SL kuret sama suaminya, tapi saya mau tanya ke suaminya kami jarang ketemu, kalaupun bertemu hanya di teras karena DH kalau antar anaknya hanya didepan rumah,” aku MU.
Keterangan MU lainnya, sebelum ditemukan ada bayi didalam freezer, SL sering menggunakan pakaian longgar bahkan sempat juga menggunakan jilbab syar’i. “Saya lihat memang dia gemuk dari biasanya, tapi saya tidak curiga,” katanya. 



Lazada Indonesia