Home » Politik » Pilkada Tarakan Perebutkan 4 Tipe Pemilih

Pilkada Tarakan Perebutkan 4 Tipe Pemilih

TARAKAN –Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tarakan sudah memasuki tahap pendaftaran bakal calon ke KPU. Pada tahap berikutnya, masing-masing pasangan calon bakal memperebutkan simpati para pemilih melalui kampanye.
Dikatakan pengamat politik yang juga dosen Universitas Borneo Tarakan (UBT), Hariyadi Hamid bahwa di Tarakan terdapat empat tipe pemilih.
Yang pertama kelompok rasional yang murni melihat visi dan misi serta track record kandidat yang akan dipilih tanpa melihat ras, suku, maupun agama. Pemilih ini kebanyakan bermukim di daerah perkotaan, dimana informasi cepat tersebar.
Yang kedua menurut Hariyadi adalah pemilih tradisional yang didominasi warga yang tinggal di daerah pinggiran dan pedesaan, dan di Tarakan didominasi pemilih tipe ini.
Sedangkan tipe ketiga adalah pemilih yang kritis, dimana dirinya akan menyandingkan visi dan misi para kandidat, untuk dilihat yang terbaik yang layak dipilih.
Yang keempat adalah tipe pemilih skeptis, yang hanya melihat keuntungan jangka pendek saja, karena menunggu serangan fajar dan memanfaatkan untuk memilih kandidat yang memberikan sejumlah imbalan. Kalau tidak ada, maka dirinya akan masuk dalam golongan putih (golput).
“Di Tarakan ini pemilih didominasi pemilih tradisional, sehingga praktek money politik disinyalir masih akan terjadi, bahkan intensitasnya akan tinggi, mengingat elektabilitas pasangan kandidat yang tidak terpaut cukup jauh. Pemilih tradisional ini juga banyak ditemukan di wilayah pesisir, untuk tingkat money politik bisa mencapai 30 persen yang terjadi di wilayah pesisir yang tingkat kesejahteraan masih rendah,” paparnya.
Lebih lanjut dikatakan Hariyadi, dari beberapa pasangan calon yang ada, diprediksi akan ada empat pasangan calon, satu perseorangan dan tiga dari jalur partai politik. Jika dilihat dari elektabilitas masing-masing kandidat tidak terlalu jauh, meskipun ada pasangan petahana.
“Masing-masing kandidat masih memiliki potensi, karena hasil survei tidak terlalu jauh. Berkaca dari hal itu, masing-masing kandidat akan mewakili basis kesukuan dan semua calon sudah mempresentasikan semua suku yang ada baik di Kalimantan, Jawa, maupun Sulawesi,” ucapnya.
Terdapat tiga poin yang bisa menjadi kunci pasangan calon mendapatkan simpati masyarakat saat masa kampanye.
“Untuk menarik minat masyarakat, kandidat harus bisa memaksimalkan mesin politik yang dimiliki oleh masing-masing parpol maupun simpul-simpul relawan dan tim sukses yang dibentuk oleh para calon. Tinggal mereka merumuskan strategi kampanye untuk kemudian menawarkan janji-janji politik. Seseorang baru menentukan pilihan pada saat kampanye dan satu hari sebelum pemilihan.” Papar Hariyadi.
Sedangkan isu sentral yang masih sangat diinginkan masyarakat adalah adalah pembangunan infrastruktur, masalah jalan, listrik, penanganan banjir, kesejahteraan, ekonomi, pengangguran, dan kemiskinan. “Siapa yang bisa menawarkan janji dan dianggap realistis untuk dilakukan, akan lebih dominan dipilih oleh masyarakat,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia