Home » Utama » Warga yang Digusur Minta Ganti Rugi Bangunan

Warga yang Digusur Minta Ganti Rugi Bangunan

TANA TIDUNG- Untuk perencanaan pembangunan tata ruang terbuka hijau yang akan dilakukan Pemkab diatas lahan seluas 56 Hektar (ha) di kawasan Desa Tideng Pale ke kawasan Desa Tideng Pale Timur di Kecamatan Sesayap, Pemkab harus menertibkan bangunan-bangunan yang ada diatasnya termasuk lahan yang ditempati oleh pada Pedagang Kaki Lima (PKL) persis di depan Pasar Induk Imbayud Taka, termasuk pemukiman.
Pemukiman yang ada di kawasan tersebut ada salah satu rumah wakil rakyat anggota DPRD Kabupaten Tana Tidung (KTT), Salim Arifin. Ia mengaku tidak tahu terkait kesepakatan yang telah terjalin antara pemerintah dengan warga yang menempati lahan depan pasar induk tersebut, sebab ia yang telah membeli lahan dan menempati rumahnya sejak 2009 ini murni merupakan lahan PT Inhutani Lestari yang telah dilimpahkan kepada Pemkab.
Salim Arifin menilai, yang namanya lahan milik pemerintah maka sudah sepantasnya pemerintah melakukan apapun, akan tetapi ia hanya menginginkan bukti hibah pelimpahan lahan 56 Ha ini yang dapat dibuktikan melalui keabsahan akta notaris, dan ia meminta agar pemerintah mau mengganti kerugian bagi bangunan rumahnya saja meskipun untuk kerugian lainnya ia akan pasrah saja bila pemerintah tidak dapat menggantinya.
“Meski saya pesimis dengan anggaran melalui APBD 2018 kurang dari Rp 1 triliun atau tepatnya Rp 600 miliar lebih ini pemerintah bisa mengganti kerugian atas lahan ini, akan tetapi itu saja yang saya minya minimal untuk bangunannya saja bisa diperhatikan pemerintah untuk penggantiannya, eksekusi yang akan dilakukan pemerintah berdasarkan kesepakatan terus terang saja saya tidak tahu menahu soal itu, memang ada beberapa kali saya mendengar ada rapat terkait hal ini tapi saya tidak berada ditempat saat itu,” ungkapnya.
Meski mempertanyakan keabsahan pelimpahan lahan PT Inhutani tersebut yang dianggap belum mengantongi kepemilikan pemerintah melalui akta notaris, namun bangunan berlantai dua miliknya yang merupakan bangunan kayu ini diperkirakan menghabiskan anggaran Rp 150 juta bahkan Rp 200 juta dan ini belum termasuk pemasangan listrik dan air bersih.



Lazada Indonesia