Home » Utama » Kasus Sabu, Gelagat HD Sudah Dicurigai BNN

Kasus Sabu, Gelagat HD Sudah Dicurigai BNN

TARAKAN- Didudukkan kembali di kursi pesakitan sebagai terdakwa kasus kepemilikan 5 kg sabu, Hendra Delpian (HD) didampingi Penasehat Hukumnya, Mansyur dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Tarakan, Kamis (11/1) kemarin diagendakan mendengarkan keterangan saksi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan.
Saksi penangkap, Taharman dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebaga saksi dalam persidangan HD ini. Dalam keterangannya, Taharman mengaku gelagat HD saat menerima paket sabu memang sudah mencurigakan.
Untuk diketahui, HD sendiri merupakan oknum Sipir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan yang diduga terlibat dengan jaringan Narkotika didalam Lapas. Akhirnya, saat Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) XIII Tarakan berhasil menungkap pengiriman 5 kg sabu ke Tarakan melalui jalur laut dalam operasi di perairan, langsung dikembangkan siapa penerimanya di Tarakan.
“Dari hasil penangkapan itu, kami tindak lanjuti hingga berakhir kepenangkapan HD,” kata Taharman.
Soal komunikasi, Taharman mengakui tidak ada komunikasi langsung antara terdakwa dengan si pembawa sabu yang ditangkap dilaut saat itu, SA, IS dan RY yang juga menjadi terdakwa namun dalam perkara terpisah. Namun pihak BNNK dan Lantamal yang memang sudah menaruh curiga dengan HD, langsung melakukan penangkapan HD yang sempat terjadi perlawanan.
“Kalau dari hasil penyelidikan, nama yang disebut itu ialah Hendra 32 salah satu narapidana di Lapas. Tapi, tentu sangat mustahil kalau sabu ini bisa masuk ke Lapas, tanpa melibatkan orang dalam Lapas itu sendiri. Apalagi HD terlihat sangat mencurigakan ketika sedang menerima paket sabu titipan itu,” ungkap perwira berpangkat balok satu ini.
Tak hanya itu, Tarman juga mengakui kalau pihaknya sendiri tidak pernah melakukan koordinasi dengan pihak Lapas Tarakan terkait dengan penangkapan HD. Hal ini dikarenakan, BNN khawatir koordinasi malah akan membuat informasi penyelidikan menjadi bocor.
“Antar pimipinan kita mungkin sudah melakukan kordinasi pak. Tapi kalu terkait penangkapan HD itu tidak. Menurut pengalaman, yang kami khawatirkan informasi kita menjadi bocor dan kita akan bekerja tanpa hasil, seperti yang pernah terjadi sbelumnya,” bebernya. 



Lazada Indonesia