Home » Utama » Ini Kesaksian KSOP Dalam Sidang Speedboat Terbalik

Ini Kesaksian KSOP Dalam Sidang Speedboat Terbalik

Ini Kesaksian KSOP Dalam Sidang Speedboat Terbalik
PH Terdakwa, Darwis Manurung saat memperlihatkan bukti surat kepada Majelis Hakim disaksikan JPU dan saksi dari KSOP.

TARAKAN- Enam orang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi di persidangan kasus terbaliknya speedboat (SB) Rezeki Baru Kharisma yang menewaskan 10 orang penumpangnya pada 25 Juli lalu. Dari enam saksi ini, diantaranya saksi dari Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP), Dinas Perhubungan dan salah satu petugas Polsek Kawasan Pelabuhan yang berdinas di Pelabuhan Tengkayu I saat kejadian.
Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Tarakan, Syahrudin dan anggotanya, Rojali menjadi saksi pertama yang dihadirkan JPU. Dalam keterangannya, Syahrudin menuturkan saat terbaliknya speedboat tidak jauh dari dermaga Pelabuhan Tengkayu ini, ia sedang berada di kantornya.
“Tugas KSOP melakukan pengawasan setiap kegiatan yang ada di pelabuhan. Secara umur, Surat Persetujuan Berlayar (SBP) diterbitkan KSOP setiap speed reguler akan berlayar,” ujarnya dipersidangan, Kamis (11/1) kemarin.
Termasuk manifest penumpang, kata Syahrudin juga wajib disampaikan motoris kapal yang didudukkan sebagai terdakwa, Aris Rusdianto alias Bongket ke KSOP sebelum kapal berangkat. “Dalam manifest, semua penumpang yang ada dan naik sudah tercatat dari siapa yang membeli tiket,” kata Syahrudin.
Sementara, soal kapasitas barang bawaan penumpang, Syahrudin mengatakan nakhoda langsung yang menangani karena mengetahui kondisi kapal. Dalam persidangan tidak terungkap soal overload penumpang atau ada penumpang yang ternyata tidak tercatat di manifest hingga penyebab terbaliknya speedboat yang saat itu membawa 66 orang penumpang.
Hanya saja, dipersidangan disampaikan jika ada syarat yang tidak dipenuhi sebelum speed berlayar, KSOP hanya berhak menunda dan menahan SPB. Soal kapasitas penumpang, untuk SB Rezeki Baru Kharisma ini memiliki kapasitas 55 orang penumpan sesuai aturan dari Dinas Perhubungan. Dan saat berangkat, SB Rezeki Baru Kharisma ini melaporkan mengangkut 48 penumpang dewasa dan 4 orang anak-anak sesuai manifestnya.
“Anak-anak biasanya tidak dapat tempat duduk, tapi masuk manifest. Rata-rata penumpang tidak mau membayar makanya di gratikan, tapi tetap dihitung dan masuk manifest, kita khawatir terjadi sesuatu dan kita kan tidak tahu yang terjadi saat pelayaran, jika penumpang tidak terdata,” pungkasnya.
Namun, diakui Syahrudin implementasi motoris kapal ini apakah melaporkan jumlah penumpang sesuai manifest atau tidak. Yang pasti, kata dia motoris maupun agennya Bettend Raya Sejahtera (BRS) memiliki kewajiban yang sebenar-benarnya untuk melaporjan manifest sebelum memberangkatkan kapal, sesuai prosedur dalam Undang undang Pelayaran. “Nakhoda juga memastikan kapalnya selama kondisi laik sebelum berangkat,” tegasnya.
Sementara, dari keterangan Rojali hanya seputar masa kerja terdakwa yang sudah cukup lama, sejak tahun 1987 dan tidak pernah ada pelanggaran.
Diberitakan sebelumnya, SB Rezeki Baru Kharisma terbalik tidak jauh dari dermaga Pelabuhan Tengkayu I, 25 Juli lalu. Dari 66 penumpang tujuan Tanjung Selor ini, 10 orang meninggal dunia, satu orang diantaranya bayi berumur 8 bulan. Polisi menetapkan motoris speedboat, Aris Rusdianto alias Bongket sebagai tersangka dan saat ini mendekam di Rutan Polres Tarakan. 



Lazada Indonesia