Home » Patroli » PDF Koran Kaltara Edisi 1099, Jumat 12 Januari 2018

PDF Koran Kaltara Edisi 1099, Jumat 12 Januari 2018

PDF Koran Kaltara Edisi 1099, Jumat 12 Januari 2018
KEPALA BNN Komjen Budi Waseso (Buwas) memperlihatkan barang bukti 7,3 kg sabu.

SURABAYA - Terkait penindakan peredaran, Kepala BNN Komjen Budi Waseso (Buwas) meminta anggotanya tidak segan segan bertindak. Tembak mati dipersilakan jika diperlukan demi memutus mata rantai.
“Saya bekali anggota BNN dengan pistol, tidak ada peluru hampa atau peluru karet. Semua peluru tajam, makanya saya perintahkan untuk tembak langsung tanpa peringatan, kenapa harus buang buang peluru, langsung tembak,” tegas Buwas kepada wartawan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Tanjung Perak Surabaya, Kamis (11/1).
Para pelaku penyelundupan narkoba, kata Buwas, akan terus memperbarui modus agar bisa meloloskan barangnya. Barang bukti sabu 7,3 kg yang diselundupkan dari Malaysia melalui Banjarmasin sebelum ke Surabaya, dibungkus rapi seolah-olah itu adalah susu bubuk.
“Ini modus para pelaku seperti ini. Selalu merubah modusnya. Sebelum kemasan susu, pernah kami amankan barang bukti yang dimasukkan dalam kemasan teh,” ujar Buwas.
Buwas juga mengungkapkan, sabu seberat 7,3 Kg yang diamankan jika diuangkan Rp 14,6 Miliar. “Pengungkapan ini paling tidak juga menyelamatkan 29.200 orang jika per gramnya dikonsumsi 4 orang,” imbuhnya.
Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jatim telah menangkap empat tersangka narkoba pada Jumat (5/1/2018) yang diwarnai kejar-kejaran mobil. Ternyata yang tertangkap sebenarnya ada enam tersangka, empat tertangkap dan dua ditembak mati.
“Ini tersangkanya yang dua sudah lari sampai keluar bumi (tewas), karena saking takutnya terus menabrak petugas sehingga sampai lari keluar bumi,” kata Budi Waseso.
Buwas mengatakan, terungkapnya kasus sabu 7,3 kg ini berawal dari informasi penyelundupan narkotika jenis methaphetamin atau sabu dari Malaysia yang transit di Banjarmasin untuk dikirim ke Surabaya. Bea cukai memantau terus informasi tersebut.
“Dari informasi itu kami lakukan penangkapan seorang ABK Kapal MV yang kemudian kami kembangkan hingga pengiriman dilakukan di Surabaya. Setelah sampai di Tanjung Perak dua orang Ahmad Zaeni dan Abdul Rahman sebagai kurir pengangkut dan dijemput Hasan menggunakan mobil Honda CR-V nopol M 1386 AC,” ungkap Buwas.
Ternyata dalam CR-V juga ada Hamid dan Ibrahim. Sedangkan tiga pelaku lainnya sudah disiapkan satu mobil lainnya yakni Toyota Avanza. “Saat berusaha dilakukan penangkapan, seluruh pelaku melarikan diri. Yang Avanza berhasil dilumpuhkan di kawasan Kalimas. Sedangkan Honda CR-V terus berupaya kabur hingga dikawasan Pacar Kembang,” kata Buwas.
“Setelah terdesak petugas pelaku Hamid dan Ibrahim masih berusaha melarikan diri dengan menabrak seorang petugas sehingga dilakukan tindakan tegas oleh anggota,” ujar mantan Kabareskrim Mabes Polri ini.
Kata Buwas pengungkapan ini merupakan sinergi antar lembaga negara yang harus terus dilakukan untuk memberantas peredaran narkotika. “Ini bentuk sinergi nyata antara Bea Cukai, BNN serta anggota TNI dan Polri. Makanya terus kita tingkatkan,” pungkas Buwas. 



Lazada Indonesia