Home » Politik » Yulius: Kalau Badrun-Ince Mau Menuntut, Silakan Saja

Yulius: Kalau Badrun-Ince Mau Menuntut, Silakan Saja

TARAKAN – Saling klaim kepemilikan Surat Keputusan (SK) pengusungan calon Walikota dan Wakil Walikota dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), akhirnya berakhir. Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan, akhirnya resmi mengumumkan jika Partai Hanura mendukung pasangan Khairul-Effendy Djufrianto.
Sebelumnya, pasangan Khairul-Effendy Djufrianto dan Badrun-Ince saling klaim kepemilikan SK Hanura. Setelah dilakukan pemeriksaan dan menunggu konfirmasi dari help desk KPU RI yang bekerjasama dengan Liasion Officer (LO) DPP Hanura, pasangan Khairul-Effendy resmi mendapatkan SK Hanura sekaligus dukungan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, SK Hanura yang dipegang oleh pasangan Badrun-Ince tidak ditandatangani DPD dan DPC Hanura.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura, Yulius Dinandus menyampaikan bahwa, dirinya telah menjalankan apapun instruksi dari DPP Hanura yang melalui jalur yang benar. “Sesuai intruksi dari DPP, itu lah yang saja jalankan. Maka yang paling penting bagi kita sekarang menjaga kondusifitas Tarakan,” jelasnya saat dikonfirmasi media ini, Kamis (11/1).
Ditanyakan mengenai SK Hanura yang dipegang oleh pasangan Badrun-Ince yang tidak ditandatanganinya, Yulius menegaskan bahwa, dirinya hanya menjalankan apa yang diperintahkan DPP melalui DPD Hanura. “Jadi saya kira semua sudah terjawab kalau saya mengatakan seperti itu. Kemarin yang saya diinstruksikan ada. Saya tandatangan sesuai dengan instruksi yang ada,” tegasnya.
Sementara itu, untuk permasalahan pernyataan Ince yang mengatakan bahwa SK Hanura yang didapatkan tidak gratis, dirinya tidak dapat berkomentar mengenai hal tersebut. Sebab, di dalam Partai Hanura, pihaknya menjalankan sesuai prosedur serta mekanisme yang ada.
“Kalau masalah itu saya no coment. Karena bukan kapasitas saya untuk menjawab. Kalau mereka (Badrun-Ince) mau menggugat, silahkan saja. Itu hak mereka. Kita Negara demokrasi dan dilindungi Negara asalkan sesuai dengan koridor hukum,” tuturnya.
Selain itu, kata Yulius, hanya satu saja jalur. Meskipun demikian, pasangan Badrun-Ince memang sempat bertemu dengannya untuk memperlihatkan SK Hanura tersebut. Akan tetapi, SK yang dipegang oleh pasangan Badrun-Ince, dirinya tidak mengetahui sumbernya. “Sekali lagi seperti ini. Jangan lagi kita lihat seperti itu. Siapa yang diusung dan siapa yang mengusung. Yang jelas KPU sudah memutuskan bahwa Hanura resmi mengusung pasangan Khairul-Effendy,” kata dia.
Dirinya juga membeberkan jika penjaringan yang dilakukan oleh DPC Hanura Tarakan sudah sesuai dengan prosedur. Setelah itu, pihaknya kemudian menerima figur-figur yang mendaftar dan diserahkan berkasnya ke DPD.
“Ketika kami menyerahkan berkas itu ke DPD, itu bukan lagi urusan DPC. Karena nanti mereka (DPD) akan memplenokan di sana. Setelah diplenokan, laporannya disampaikan ke DPP. Sampai di DPP diadakan rapat komite pertama. Dalam rapat itu, yang diundang tim penjaringan cabang yakni Ketua DPC, tim penjaringan daerah atau DPD dan pengurus DPP. Di situ sudah nyata hanya satu nama pasangan yang diputuskan. Yaitu Khairul-Effendy. Apapun yang diputuskan DPP, wajib kami ikuti dan menangkan,” bebernya. 



Lazada Indonesia