Home » Utama » Tak Tepat Sasaran, RLH Banyak Dikontrakkan

Tak Tepat Sasaran, RLH Banyak Dikontrakkan

TANA TIDUNG- Rumah Layak Huni (RLH) yang ada di Kabupaten Tana Tidung (KTT) khususnya di Kecamatan Sesayap jarang ditempati oleh pemiliknya dan lebih banyak di sewakan, bahkan ada yang sudah menjual RLH tersebut.
Padahal pemberian subsidi rumah ini untuk membantu masyarakat yang tergolong tak mampu untuk menempati rumah yang layak akan tetapi justru rumah pemberian ini disewakan dan dijual kembali dengan berbagai alasan.
Keadaan semacam ini membuat sebagian pihak menilai bahwa pemberian RLH tidak tepat sasaran. Menurut salah satu pemilik RLH, Emma belum lama ini bahwa ia mengakui bahwa pemberian subsidi berupaa RLH ini cukup membantu dirinya yang seorang “single parent” membutuhkan tempat tinggal yang layak, rumah yang diperolehnya sejak Tahun 2013 lalu ini sudah dua tahun terakhir ini terpaksa ia sewakan lantaran rumahnya jauh dari pemukiman warga lainnya sehingga membuat ia merasa kesepian dan ketakutan.
“Kalau di pakai sendiri rumahnya saya takut karena tinggal sendirian dan jauh dari tetangga, makanya untuk sementara saya tinggal di kontrakan anak saya dulu, ditambah lagi saya belum punya cukup uang untuk memasang listrik sehingga keadaan rumah gelap gulita saat malam hari, kemarin sebelumnya saya sempat menempati rumah itu selama hampir beberapa bulan tapi banyak kekhawatiran timbul karena belum adanya tetangga,” jelasnya.
Ia menyebut bahwa ia yang nekad menyewakan rumah layak huni yang telah ia peroleh ini sebab banyaknya warga lainnya yang justru melepaskan atau menjual secara langsung RLH yang mereka terima, ia hanya menyewakannya untuk sementara sampai ramainya pemukiman di sekitar rumahnya yang ada di kawasan Kilometer (Km) 1, Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap ini.
“Rumah saya berukuran 6 kali 9 meter persegi dan rumah panggung tanpa adanya dapur tapi telah saya buatkan dapur hanya tinggal listriknya yang belum ada, meski untuk disewakan sementara hanya tukang bangunan yang menyewa dan digunakan pada malam hari saja sebab siang mereka yang menyewa ini akan bekerja, mereka juga siap meski belum ada penerangan tapi disewakan dengan harga murah saja Rp 300 ribu sebulannya, yang penting rumah saya ada yang menjaga selama tidak ditempati daripada dibiarkan kosong nanti cepat rusak,” ujarnya. 



Lazada Indonesia