Home » Utama » Disdukcapil Berikan Layanan Khusus bagi Warga Difabel

Disdukcapil Berikan Layanan Khusus bagi Warga Difabel

TARAKAN- Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) merupakan hak semua Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah cukup umur atau diatas 17 tahun keatas. Untuk mempermudah layanan perekaman data biometrik untuk percetakan KTP elektronik bagi penyandang Difabel, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan memberikan layanan khusus.
Hari (13/1) ini, Disdukcapil Tarakan rencananya memberikan pelayanan khusus kepada warga penyandang Difabel, untuk melakukan perekaman data biometric sebelum dicetak dalam KTP elektronik. Layanan khusus ini dimulai pukul 08.00 Wita sampai selesai.
“Sabtu pagi biasanya kita libur, tetapi untuk melayani warga Difabel kita akan layani mereka untuk mengikuti proses perekaman data yang menjadi prosedur awal untuk mendapatkan e-KTP. Sebelumnya kita disurati oleh Sekolah Luar Biasa (SLB), yang meminta dilakukan perekaman data secara kolektif untuk membuat KTP karena ada beberapa anak murid yang usianya sudah diatas 17 tahun,” terang Sekretaris Disdukcapil Tarakan, Hamzah, Jumat (12/01).
Lebih lanjut dikatakan Hamzah, terdapat sekitar 31 orang warga Difabel yang akan mendapatkan pelayanan khusus hari ini. Kegiatan dilakukaan hari Sabtu untuk mencegah antrian karena dihari kerja akan berdesakan dengan warga umum, sehingga dilakukan pada hari libur.
Meskipun libur, tetapi Disdukcapil akan memberikan pelayanan karena sudah memberikan permohonan terlebih dahulu. Bukan hanya bagi warga Difabel, Disdukcapil juga akan memberikan pelayanan kepada warga lainya yang ingin melakukan perekaman data secara kolektif.
“Kita libur sebenarnya hari Sabtu dan Minggu, tetapi kalau ada permintaan warga melakukkan perekaman data secara kolektif akan kita layani, bukan hanya kepada warga Difabel tetapi semua warga bisa mengajukan permintaan kepada kami,” paparnya.
Walaupun demikian, kata Hamzah pihaknya tidak akan melayani warga yang surat menyurat tidak lengkap. Perekaman data secara kolektif juga harus dilengkapi dengan peryaratan membuat KTP.
“Saat ini baru SLB saja yang meminta dilakukan perekaman data secara kolektif, tetapi kami juga memberikan pelayanan ini kepada warga lainnya yang belum memiliki KTP untuk melakukan perekaman data secara kolektif. Jangan memanipusi data, karena saat ini perekaman dilakukan secara online sehingga tidak bisa dibohongi,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia