Home » Utama » Rekontruksi Pembuangan Bayi Peragakan 18 Adegan

Rekontruksi Pembuangan Bayi Peragakan 18 Adegan

TARAKAN- Dengan sebagian wajahnya ditutupi masker, dan menggunakan jaket hingga ke menutupi jilbabnya, ibu janin bayi yang dibuang di Jembatan Sungai Bengawan, Kelurahan Juata Kerikil memperagakan 18 adegan dalam rekontruksi kasus pembuangan bayi yang sempat menghebohkan warga Tarakan, 2 Desember lalu.
AR, ayah kandung bayi dan tersangka ketiga EF alias B turut serta dalam reka adegan yang digelar di halaman belakang Mapolres Tarakan, sekira pukul 09.30 wita, Jumat (12/1) kemarin. dari 18 adegan ini hanya di adegan ke enam EF alias B ikut serta, saat IR dan AR mendatanginya dan membeli jamu untuk menggugurkan kandungan.
Ada dua jenis penggugur kandungan yang dijual EF ke IR dan AR, yaitu jamu dan obat. Setelah dibeli, IR langsung meminum jamu tersebut hingga membuat IR sakit perut dan mengeluarkan janinnya di adegan ke 9. Janin bayi yang berusia 4 bulan dan berjenis kelamin perempuan ini kemudian ditutupi IR menggunakan kain dan ditaruh didalam keranjang pakaian warna biru.
Selanjutnya, di adegan ke 13 AR datang setelah dihubungi IR via telepon selulernya. Setelah mengambil janin bayi yang kondisinya sudah lengkap ini kemudian memasukkan kedalam plastik berwarna hitam, sekaligus dengan kain seprai yang membungkus.
“Di adegan ke 16, IR dan AR menuju ke Jembatan Sungai Bengawan yang ada di Kelurahan Juata Kerikil. IR menunggu di motor dan AR yang membuang janinnya. Baru terakhir di adegan ke 18, saksi pertama dan kedua datang dan menemukan bayi. Saksi ini melihat bayi di pinggir sungai saat sedang dalam perjalanan pulang sekolah,” ujar Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Perwira Urusan Subbag Humas Ipda Deny Mardiyanto.
Hingga bayi ini bisa digugurkan, kata Ipda Deny IR meminumnya tidak hanya sekali, tetapi berulang ulang, sampai akhirnya melahirkan di kamar IR. “Sebenarnya IR ini tidak tega dengan kondisi bayinya, makanya saat bayinya di bungkus IR tidak melihat dan membelakangi pacarnya,” sambungnya.
Dalam reka adekan ini, IR pun tampak tidak bisa menyembunyikan kesedihannya, berkali-kali ia menyeka air matanya, bahkan saat awak media hendak mengambil gambar pun IR berusaha menghindar dan memeluk penyidik wanita dari Unit Perempuan dan Anak.
“Rekontruksi ini kita lakukan untuk memperjelas tindak pidana yang dilakukan seseorang, guna pemberkasan Berita Acara Penyidikan (BAP) yang dilakukan penyidik,” kata Ipda Deny.
Sementara, dari Jaksa Penuntut Umum dihadiri oleh Junaidi. “Kehadiran Jaksa ini untuk menyaksikan proses rekontruksi dan untuk mengikuti perkembangan penyidikan,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Unit Jatanras Satreskrim Polres Tarakan akhirnya berhasil mengungkap IR dan AR, dua pelaku pembuang bayi di Sungai Bengawan, pada 2 Desember lalu. Keduanya, ditangkap di salah satu penginapan di Bulungan, 9 Desember lalu. Selain itu, polisi juga menetapkan EF alias B sebagai tersangka pada sehari setelahnya karena menjual obat khusus untuk menggugurkan kandungan yang diketahui merupakan obat ilegal kepada IR dan AR. 



Lazada Indonesia