Home » Utama » Kaltara Tidak Masuk Zona Merah Kemensos

Kaltara Tidak Masuk Zona Merah Kemensos

Kaltara Tidak Masuk Zona Merah Kemensos
Ilustrasi

TANJUNG SELOR – Kendati masih menyandang status Daerah Otonomi Baru (DOB), Kalimantan Utara (Kaltara) terbukti mampu memfasilitasi persoalan sosial dengan cukup baik. Hal ini pun dapat dilihat dengan penilaian Kementerian Sosial (Kemensos) yang tidak menempatkan Kaltara di zona merah atau daerah rawan masalah sosial.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kaltara, Sugiono. Dia menuturkan, indikator yang menjadi penilaian Kemensos sendiri antara lain kesesuaian bantuan sosial dengan jumlah masyarakat yang ada, penggunaan dana dekonsentrasi dari Kemensos dan upaya teknis dalam menekan angka kemiskinan yang ada. Dari ketiga item tersebut, Kaltara dinilai Kemensos masih dalam ambang batas dan berada di zona hijau.
“Kaltara masih berada di zona hijau bersama 31 provinsi yang lain. Dimana Kementerian menilai, persoalan sosial di Kaltara dapat terfasilitasi cukup baik,” terang Sugiono. Kendati tidak masuk dalam zona merah, namun diakuinya, Dinsos Kaltara memiliki tugas berat karena posisi Kaltara sebagai provinsi baru.
Menurutnya, masalah klasik yang masih kerap terjadi adalah masyarakat pendatang yang masuk tanpa keahlian yang mumpuni. Sehingga ketika mengadu nasib, kerap terbentur dengan ketimpangan antara pendapatan dan pengeluaran. Selain itu juga, ia juga tidak menampik terdapat potensi masalah sosial di beberapa titik yang jumlah penduduknya bisa dikatakan terlalu banyak.
“Kaltara memang berbeda dengan Yogyakarta atau Bali. Kalau disana, masyarakat datang itu membawa uang karena mayoritas sebagai turis atau pelajar. Sedangkan di Kaltara sendiri, mereka kesini untuk mengadu nasib. Ini yang kita wanti – wanti agar tidak muncul permasalahan sosial dari sana,” jabarnya.
Sugiono menilai, investasi sosial dalam bentuk pendidikan dan kesehatan, diupayakan bisa berbanding lurus dengan investasi finansial yang berkaitan dengan investasi atau kegiatan ekonomi yang lain di tahun 2018. Hal ini dikarenakan, investasi sosial memiliki fungsi untuk menunjang dampak pembangunan ekonomi yang ada. Sehingga nantinya, seluruh masyarakat dapat merasakan implikasi Kaltara sebagai daerah yang mandiri.
“Kita berupaya bisa membantu menekan angka putus sekolah dan juga persoalan kesehatan yang tidak bisa menjangkau masyarakat tidak mampu. Kedua faktor ini sangat penting. Karena kalau masyarakat kita banyak yang berpendidikan rendah ataupun sakit – sakitan, bagaimana dapat turut membantu pembangunan daerah,” tutupnya. 



Lazada Indonesia