Home » Utama » Kuota Penerima PKH Tidak Berubah

Kuota Penerima PKH Tidak Berubah

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Utara (Kaltara) Sugiono menyampaikan, tidak ada perubahan terhadap kuota penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) pada 2018 ini. Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) tahun ini tetap mengalokasikan PKH kepada 8.511 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ada di Bumi Benuanta – sebutan Kaltara.
Apabila bantuan tersebut dinominalkan secara keseluruhan, Sugiono menjelaskan Kaltara mendapat sebesar Rp16.085.790.000. Jumlah tersebut di dapat dengan perhitungan sebesar Rp1.890.000 per KPM dalam satu tahun. Adapun untuk penyalurannya, diberikan secara berkala setiap tiga bulan sekali.” Jumlah tersebut masih sama dengan tahun kemarin,” imbuh Sugiono saat ditemui di kantornya Jumat (12/1).
Tidak adanya perbedaan terkait jumlah KPM, menurut Sugiono, hal tersebut bukan berasal dari tidak adanya tingkat penurunan kemiskinan. Ia menilai, angka cenderung tetap karena berasal dari masyarakat pendatang yang masuk ke Kaltara dalam keadaan ekonomi menengah ke bawah. Ia juga mengaku, kuantitas masyarakat yang sebelumnya masuk dalam KPM, saat ini sudah mendapat taraf ekonomi yang terus membaik.
”Bukan berarti kemiskinan di Kaltara ini tidak berubah. Tapi Kaltara ini kan sedang gencar kedatangan masyarakat yang mengadu nasib setiap tahunnya. Jadi wajar saja, jika angka kemiskinan untuk sementara ini stagnan atau cendeurng naik sedikit,” katanya.
Sugiono juga menyampaikan, Kemensos pada tahun ini direncanakan menambah kuota PKH untuk seluruh provinsi, termasuk Kaltara. Adapun berdasarkan informasi yang ia terima, saat ini instansi tersebut sedang melakukan validasi akhir yang disesuaikan dengan karakteristik kecenderungan penambahan masyarakat tidak mampu.
“Kalau secara nasional jumlahnya sepuluh juta KPM. Tapi kita masih menunggu Kaltara dapat berapa. Kalau untuk teknis penyalurannya, langsung di handle pusat. Kita hanya bertugas untuk melakukan pengawasan dan membantu evaluasinya,” tutupnya.



Lazada Indonesia