Home » Utama » 10 Ribu Sertifikat Belum Dibagikan

10 Ribu Sertifikat Belum Dibagikan

10 Ribu Sertifikat Belum Dibagikan
BANYAK YANG BELUM DIBAGIKAN – Penyerahan secara simbolis sertifikat tanah kepada warga oleh Presiden Jokowi di Tanjung Selor Oktober tahun lalu.

TANJUNG SELOR – Tahun 2017, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bulungan memiliki jatah sebanyak 10.500 sertifikat tanah yang diberikan secara gratis. Penyerahan tersebut dilakukan melalui dua tahap. Bahkan tahap pertama sebanyak 500 penerima sertifikat tanah sudah diserahkan secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo saaat berkunjung ke Tanjung Selor, Bulungan, pada 6 Oktober 2017 lalu.
Sedangkan tahap kedua sebanyak 10 ribu penerima, hingga berakhir tahun 2017, dan bahkan memasuki tahun 2018 belum dilakukan penyerahan. Padahal idealnya penyerahan tersebut diberikan jelang akhir tahun lalu.
Sebagaimana dikatakan Kepala BPN Bulungan Hendri Rustandi Butar Butar mengatakan, sisanya sebanyak 10 ribu sertifikat tanah gratis masih menunggu instruksi dari BPN pusat untuk dibagikan.
“Untuk jumlah penerima tersebut terbagi menjadi dua kabupaten, yakni Bulungan dan Tana Tidung. Di Bulungan khusus transmigrasi, sedangkan KTT merupakan perumahan,” katanya, kemarin.
Dia menyebutkan, sertifikat tanah khusus transmigrasi di Bulungan sebanyak 6.621 penerima. Sedangkan untuk di KTT diberikan kepada penerima sebanyak 3.379 sertifikat tanah.
Dibeberkan Hendri, penyebab tertundanya penyerahan sertifikat tanah dikarenakan data penerima pun belum lengkap. Sebab pemberian sertifikat tanah tersebut harus melengkapi data-data sesuai yang menerimanya. “Pentingnya data dilengkapi, agar sertifikat tanah itu sesuai peruntukkannya. Ketika kami datangi ke lokasi, ternyata lahannya masih merupakan kawasan sehingga tidak jadi diberikan sertifikat tanah. Maka kita cari lagi yang baru,” ungkapnya.
Lebih jauh dia menjelaskan, pemberian sertifikat tanah ini harus benar-benar teliti dan tidak sembarangan, apalagi lokasi tersebut masih termasuk kawasan hutan. Oleh karena itu, yang perlu dipahami kepada penerima sertifikat tanah berupa perumahan, luasannya pun telah ditentukan. “Jadi luasan untuk peumahan 3.000 meter maksimal,” tegas Hendri.
Hal berbeda jika untuk kawasan pertanian dan perkebunan yang memiliki luasan tanah bisa mencapai 2 hektare. Namun saat ini kawasan pertanian dan perkebunan belum ada di Bulungan. “Sama halnya untuk wilayah Kabupaten Bulungan pun masih lahan perumahan,” lanjutnya.
Sementara itu, jika instruksi dari BPN pusat sudah disampaikan, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang menerima. Jumlah penerima pun tergantung desa-desa yang mengajukan ke BPN Bulungan.
“Jadi kita akan menyurati pihak desanya untuk memastikan data penerima sertifikat tanah yang berhak menerima. Apabila masyarakat desa itu tidak antusias atau data tak sesuai, maka kita mencari di desa lainnya,” ujar Hendri.
Sedangkan kalau 10 ribu penerima seritifkat tanah gratis sudah selesai diberikan, BPN Bulungan pada tahun ini akan mengajukan sebanyak 7.500. Jumlah tersebut juga diperuntukkan dua kabupaten, Bulungan dan Tana Tidung. “Kita akan ajukan lagi, karena dengan adanya sertifikat tanah ini masyarakat jadi terbantu untuk legalitas kepemilikan tanahnya,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia