Home » Utama » Setahun Lebih Pabrik Es di Mangkupadi Mangkrak

Setahun Lebih Pabrik Es di Mangkupadi Mangkrak

Setahun Lebih Pabrik Es  di Mangkupadi Mangkrak

TANJUNG SELOR – Sudah setahun lebih, bangunan dan peralatan pabrik pembuatan es curah atau ice flake di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, hingga kini tak kunjung dioperasikan. Bahkan pabrik yang dibangun dengan menelan dana sekitar Rp 2,4 miliar tersebut terkesan mangkrak.
Lagi-lagi persoalan listrik menjadi kendalanya. Belum adanya aliran listrik yang masuk ke desa tersebut, membuat pabrik es yang dibangun melalui program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu, tidak bisa dioperasikan.
Bangunan seluas 10 x 15 meter lengkap dengan peralatan untuk membuat es curah, hanya dibiarkan begitu saja. Padahal masyarakat sangat berharap pabrik itu. Es curah sangat dibutuhkan oleh masyarakat Mangkupadi dan sekitarnya yang sebagian besarnya berprofesi sebagai nelayan.
Menangapi kondisi tersebut Kepala Bidang (Kabid) Perusahaan Perikanan dan TPI Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bulungan Syam Hendarsyah mengakui belum bisa beroperasinya pabrik tersebut. Saat ini, kata dia, masih terkendala dengan listrik yang sedang diupayakan oleh pemerintah daerah untuk memperbaiki jaringan.
“Lagi-lagi masih masalah listrik yang saat ini kita juga masih menunggu proses listriknya,” kata Syam kepada Koran Kaltara, kemarin. Hanya saja, kata dia untuk sementara, sebagai upaya untuk tetap mengoperasikan ice flake tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara pada 2018 ini akan membantu pengadaan mesin genset 100 KVA, yang nantinya akan dipakai untuk sementara menjalankan ice flake sampai listrik sudah tersedia.
“Untuk biaya operasional, nanti diserahkan ke pengelola pabrik, yaitu Rumpun Nelayan yang ada di desa tersebut. Jadi secara otomatis jika semua sudah baik, maka pengelola tersebut yang akan mengoperasikan,” ungkapnya.
Dikatakan, kapasitas pabrik es curah itu cukup besar. Sekali beroperasi 24 jam bisa menghasilkan 10 ton es curah per hari, yang nantinya es tersebut juga digunakan melayani kebutuhan para nelayan.
Ia juga mengatakan, kebutuhan nelayan akan es tersebut bermacam-macam. Ada yang per hari dan ada juga yang per minggu. Tergantung dari aktivitas nelayan. “Kadang kalau ombak besar mereka tidak melaut, kan ada yang harian pergi pagi pulang sore, ada juga yang mingguan,” jelasnya lagi.
Dibangunnya pabrik es itu, imbuh dia, tidak hanya untuk melayani kebutuhan bagi para nelayan di Desa Mangkupadi. Namun juga bagi warga Tanjung Palas Timur dan sekitanya.
Selain di Mangkupadi, disebutkannya, bantuan serupa juga diberikan kepada nelayan di Pulau Bunyu dan Tanjung Palas Tengah. Bahkan pabrik es curah di Bunyu dengan kapasitas sama (1,5 ton per hari) telah berfungsi dengan baik.
Nasib sama juga dialami pabrik es curah di daerah Tanjung Palas Tengah, yang hingga saat ini tidak beroperasi. “Kalau yang di Tanjung Palas Tengah, permasalahannya tidak ada yang mengelola. Kapasitasnya pun sama dengan yang ada Bunyu 1,5 ton per hari,” imbuhnya.  



Lazada Indonesia