Home » Headline » Pertamina Upayakan BBM Satu Harga di Kaltara

Pertamina Upayakan BBM Satu Harga di Kaltara

Pertamina Upayakan  BBM Satu Harga di Kaltara
AKSES PERBATASAN : Komitment Pertamina mengupayakan harga BBM 1 harga, khusus wilayah Kaltara memang penuh tantangan, tampak dengan medan yang sangat berat dan jarak tempuh berjam-jam dalam penyalurannya.

TARAKAN – Minimnya akses transportasi ke wilayah perbatasan, terutama di kawasan terjauh di Kabupaten Malinau seperti di Kecamatan Kayan Hulu, Kecamatan Kayan Selatan, Desa Data Dian Kecamatan Kayan Hilir menjadi salah satu penyebab tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di wilayah ini.
Bahkan, menurut Anggota Komisi III DPRD sekaligus Kepala Adat Besar Apau Kayan, Ibau Ala di Desa Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu, Desa Long Ampung Kayan Selatan bahkan warga Desa Long Sule yang belum terakses jalan sama sekali, selain menderita dengan mahalnya BBM, juga tercekik dengan tingginya harga bahan pokok.
Menindaklanjuti tingginya harga BBM di wilayah perbatasan ini, Region Manager Communication dan CSR Pertamina Kalimantan, Yudi Nugraha mengakui hingga saat ini memang belum ada lembaga penyalur resmi BBM Pertamina di wilayah Kayan. Sementara, lembaga penyalur resmi Pertamina yang terdekat adalah Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) yang terdapat di wilayah Long Bagun, Mahakam Ulu, Kalimantan Timur.
Namun, kata dia, di tahun 2018 ini sebenarnya Pertamina sudah mengupayakan penambahan 6 titik BBM 1 Harga di Kaltara, termasuk di wilayah Kayan antara lain Sungai Boh, Kayan Selatan, Kayan Hilir, Kayan Hulu. “Pengupayaan tambahan titik tersebut tentunya untuk menjawab keresahan masyarakat di wilayah 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal) yang selama ini masih mengeluhkan mahalnya harga BBM di wilayah mereka,” ujarnya, saat dikonfirmasi via telepon selulernya.
Ke depannya, sambung Yudi, untuk rute distribusi BBM ke Kayan Hulu akan menambah daftar pola distribusi BBM paling menantang di Kalimantan. Diperkirakan pengiriman dapat berlangsung hingga 3 hari dengan rute Terminal BBM yaitu dari Samarinda Pelabuhan Tering menggunakan jalur darat dengan kondisi jalan yang sudah diaspal dan jarak tempuh 6 jam, Pelabuhan Tering-Long Bagun melewati jalur sungai dengan perjalanan 4 jam, Long Bagun - Kayan Hulu hanya bisa dilewati jalan darat dengan kondisi jalan masih agregat dengan jarak 30 km ditempuh dalam 16 jam perjalanan.
Sembari menunggu selesainya pembangunan lembaga penyalur resmi, sebenarnya Pertamina juga sudah memiliki solusi jangka pendek bagi wilayah Kayan. “Yang dapat ditawarkan oleh Pertamina adalah penunjukan perwakilan resmi masyarakat Kayan Hulu yang langsung membeli BBM di SPBU Long Bagun sehingga harga jual kembali di Kayan dapat lebih dikendalikan oleh pemerintah setempat,” jelasnya.
Untuk diketahui, terkait BBM 1 Harga Pertamina ini merupakan program dari Presiden Joko Widodo. Sejak program ini dijalankan, hingga 2017 yang lalu PT Pertamina (Persero) telah berhasil mewujudkan 54 titik lembaga penyalur BBM 1 Harga di seluruh Indonesia, sesuai dengan target yang telah ditentukan oleh Pemerintah.
Sementara, untuk di Pulau Kalimantan, Program BBM 1 Harga ini telah dijalankan di 11 titik, 6 di antaranya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 29 Desember 2017 di Terminal BBM Pontianak.
“Kalau di Kaltara, terdapat salah satu kegiatan distribusi BBM 1 Harga yang paling menantang. Karena, moda pengiriman yang digunakan adalah Pesawat Terbang jenis Air Tractor 802. Pengiriman BBM ke wilayah Seruyan yang dekat dengan perbatasan Indonesia - Malaysia ini dilakukan dari TBBM Tarakan dan mengingat belum ada jalur darat yang dapat ditempuh, pengiriman pun dilakukan menggunakan pesawat udara,” ungkap Yudi. 



Lazada Indonesia