Home » Patroli » Ungkap Tiga Pengedar Sabu, BNN Disambut Badik

Ungkap Tiga Pengedar Sabu, BNN Disambut Badik

Ungkap Tiga Pengedar Sabu, BNN Disambut Badik
UNGKAP SABU : Tampak Tim Opsnal BNN Tarakan mengungkap pengedar sabu berinisial FA (baju singlet garis garis) di sebuah Homestay, di Jalan Kampung Satu Skip, pada 21 Januari 2018 lalu.

TARAKAN – Tidak semua pengungkapan kasus sabu, terutama penangkapan pengedarnya berjalan mulus. Bahkan, aparat harus berhadapan dengan berbagai kemungkinan berbahaya, mulai dari dikejar anjing hingga disambut senjata tajam oleh si pemilik rumah.
Seperti yang disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan, Agus Surya Dewi. Dalam pengungkapan yang dilakukan tim opsnalnya selama 10 hari terakhir ini juga harus menghadapi hambatan.
Pengungkapan pertama tahun ini, 20 Januari sekira pukul 16.20 WITA di sebuah Homestay di Jalan Markoni, satu orang berinisial JR diamankan dengan berat barang bukti sabu 0,84 gram terbagi dalam lima paket sabu dan disimpan tersangka di kantong celana.
“JR ini merupakan pemain baru, dan belum lama jual sabu. JR ditangkap saat hendak keluar dari kamar, dari JR kemudian kita kembangkan dan di tanggal 21 Januari, malam Senin, kita geledah rumah di sebuah rumah yang disewa FA, di Jalan Bukit Cinta,” kata wanita yang akrab disapa Dewi ini.
FA ini merupakan salah satu target operasi (TO) BNN dan Satreskoba Polres Tarakan. Rumah FA kemudian digeledah, namun tidak ditemukan barang bukti. Akhirnya penggeledahan berlanjut ke sebuah homestay yang ada di Jalan Kampung Satu dan ditemukan 2 bungkus sabu dengan berat 25,48 gram disembunyikan di dalam busa helm.
“Pada saat kita masuk, FA ini sempat lari ke belakang rumah. Pemilik rumah juga sempat menghalangi kita masuk, dikasih keluar badik lagi. Dikira ada orang kelahi, tidak tahu kalau polisi, tapi kita kenal si pemilik rumah berinisial SA ini karena merupakan residivis juga,” bebernya.
Pengungkapan peredaran sabu berlanjut hingga 31 Januari. Residivis kasus sabu ini ditangkap di Jalan Sungai Bengawan RT 2, Kelurahan Juata Permai dengan barang bukti 2,84 gram, ditemukan di dalam boneka babi kecil.
“Kalau SY ni sama dengan JR, kita tangkap tanpa ada perlawanan. SY kita tangkap pas lagi nyabu di WC rumah mertuanya, baru dua kali hisap katanya, jadi masih ada sisa. SY ini sebenarnya domisili di Kampung Satu, tetapi pas lagi berkunjung di rumah mertuanya jadi takut ketahuan istri dan mertua, nyabu di WC,” ungkap Dewi.
Dari ketiga tersangka ini, JR dan FA saling berhubungan karena hasil pengembangan, sementara SY pengungkapan terpisah. Dalam penerapan pasal, SY dan JR dikenakan pasal 112 ayat 1 juncto pasal 114 ayat 1 Undang undang No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Sementara FA dikenakan pasal 112 ayat 2 juncto pasal 114 ayat 2 Undang undang No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.
“Kalau FA kan sabunya lebih dari 5 gram, makanya pasal yang kita kenakan berbeda, ancamannya juga lebih tinggi hingga maksimal 20 tahun penjara,” tuntasnya. 



Lazada Indonesia