Home » Utama » Perusahaan Tambang Diminta Patuhi Rekomendasi

Perusahaan Tambang Diminta Patuhi Rekomendasi

Perusahaan  Tambang Diminta  Patuhi Rekomendasi
DLHD Malinau dan Kaltara serta ESDM Kaltara melakukan pemantauan ke kawasan tambang batu bara di Malinau Selatan. (foto: ist)

MALINAU - Pengawasan terhadap pengelolaan limbah tambang masih terus dilakukan secara intensif oleh Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD). Pengawasan dilakukan secara berkelanjutan oleh petugas pemantau DLHD di lapangan.
Secara periodik, tim DLHD turun ke lokasi tambang PT Kayan Putra Utama Coal (KPUC), PT Artha Marth Nahakramo (AMNK) dan PT Mitrabara Adiperdana (MA)-Baradinamika Muda Sukses (BDMS).
“Terakhir, kami ke lapangan bersama DLHD dan ESDM Kaltara,” ungkap Kepala DLHD Malinau, Frent Tomi Lukas, Selasa (6/2)..
Menurut dia, pengawasan difokuskan pada masalah pengelolaan lingkungan. Terutama pada hal-hal tertentu yang wajib dilaksanakan perusahaan atas rekomendasi DLHD. “Saat ini, ada beberapa titik yang menjadi fokus pengawasan DLHD.,” tandas dia.
Di PT AMNK, kata dia, pihaknya terus melakukan pengawasan. Selain kolam limbah, pihaknya mengawasai normalisasi Sungai Malinau. Termasuk, aktivitas pembangunan sarana di sungai tersebut untuk kepentingan perusahaan.
“Pokoknya kami tidak akan diam. Kami terus mengawasi, agar mereka betul-betul menjalankan kegiatan sesuai Amdal dan beberapa rekomendasi kami,” tegas Tomi Lukas.
Dia menyampaikan, sesuai pemantauan berkelanjutan, ada sejumlah perbaikan di perusahaan tersebut. Misalnya, pengolahan limbah di fit 5 AMNK. “Itu sudah bagus. Hanya tetap diawasi petugas.Termasuk penyiraman jalan untuk tidak menggunakan air limbah,” papar Tomi.
Selanjutnya, pada perusahaan PT MA-BDMS, kata dia, pihaknya fokus mengawasi pekerjaan penanganan kawasan bekas tambang Labanyarit. “Bukaan lahannya sangat luas, sehingga perlu penanganan yang betul-betul, supaya tidak berdampak pada pencemaran. Tapi, perusahaan sudah berkomitmen menangani itu dan berjalan terus,” paparnya.
Sedangkan di PT KPUC, lanjut dia, pengawasan fokus pada masalah Tuyak. Yaitu, sungai yang saat ini menjadi penampungan air dari kawasan tambang. Rekomendais DLHD sejak tahun lalu adalah normalisasi Tuyak secepat mungkin dilakukan PT KPUC. Sebab, Tuyak yang sudah menjadi kolam tersebut berpotensi mengancam pemukiman masyarakat. Terutama, apabila debit air besar dan jebol.
Selain Tuyak, kata dia, pihaknya juga mengawasi Tulok, kawasan yang akan ditambang. Kawasan bukaan tambang tersebut sangat luas. Sehingga perlu mendapat pengawasan ekstra, agar tidak menimbulkan persolan lingkungan.
“Kami pastikan terus memaksimalkan pengawasan. Kendalanya memang kawasan tambang sangat luas dan medannya sangat berat. Sementara petugas di lapangan terbatas,” tandas dia. 



Lazada Indonesia