Home » Utama » Setiap Tiga Bulan, Petani Mampu Panen 4 Ton Padi

Setiap Tiga Bulan, Petani Mampu Panen 4 Ton Padi

TANA TIDUNG- Menggarap lahan pertanian secara maksimal ternyata mampu mensejahterakan petani itu sendiri. Diketahui, rata-rata petani yang ada di Desa Tideng Pale Seberang di Kecamatan Sesayap dalam setiap kali panen pada tiga bulan sekali diperoleh 4 ton padi dan bersihnya 1,7 ton beras.
Dengan jumlah panen setiap tiga bulan tersebut bahkan ada petani yang mengaku telah mampu menyekolahkan anak-anaknya sampai di bangku kuliah. “Saya bertani sejak 30 tahun yang lalu, dan sudah ada beberapa anak saya yang telah menyelesaikan sekolahnya meski bapaknya hanya seorang petani di desa saja, alhamdulillah ada anak saya yang mengikuti jejak saya karena melihat begitu besar potensi dan peluang dari menggarap lahan pertanian,” kata Azis Toba, salah satu petani yang notabene Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) pada Koperasi Jaya Makmur pada Minggu (11/2) kemarin.
Lanjut, ia menyebut pekerjaan ini terbilang kotor karena petani memegang tanah dan berjibaku dengan pupuk yang berasal dari kotoran hewan akan tetapi jangan pandang remeh dengan hasilnya yang cukup membuat petani itu sejahtera apalagi menurutnya pemerintah Kabupaten Tana Tidung (KTT) juga sangat perhatian terhadap apa yang dibutuhkan oleh petani sehingga apapun fasilitas penunjang yang dibutuhkan petani selalu disiapkan oleh pemerintah melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan.
“Pemerintah KTT benar-benar membuka diri terhadap kebutuhan petani yang ada disini sehingga kami yang diberikan lahan satu hektar (ha) tiap orang yang ada di koperasi tersebut benar-benar bisa menghasilkan yang membuat keluarga bisa makan, sekolah termasuk membangun tempat tinggal yang layak bagi kami, jadi jangan remehkan dengan hasil pertanian bila dikelola maksimal maka hasilnya pun akan maksimal,” paparnya.
Anak-anaknya rata-rata kuliah di luar daerah dan tak lama lagi akan ada yang selesai, sementara ada yang sudah selesai nampak mengikuti jejak sang ayah, ia sendiri menilai bahwa dengan perhatian pemerintah tentunya akan membuat petani lebih ringan mulai dari kesiapan lahan dari pemerintah, subsidi bibit dan mesin perontok padi, dan kebutuhan fasilitas lainnya, artinya petani hanya tinggal menggarapnya saja.
“Mengapa malas mau mengelola lahan pertanian sementara pemerintah sudah mendukung penuh, makanya kalaau hasil lokal pertanian kurang tidak mungkin kami semua menanganinya minimal dari petani lainnya yang ada di desa dan kecamatan lainnya harus menggarap lahan maksimal, karena hasilnya murni kita yang peroleh untuk kebutuhan nafkah keluarga,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia