Home » Patroli » AR Loloskan Sabu Berkali-kali sejak 2010

AR Loloskan Sabu Berkali-kali sejak 2010

AR Loloskan Sabu Berkali-kali sejak 2010
TERCIDUK: AR saat di Bandara Juwata Tarakan sebelum dibawa aparat dari Ditreskoba Polda Kaltim ke Balikpapan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut di Polda Kaltim.

TARAKAN – Keberhasilan unit Opsnal Ditreskoba Polda Kaltim mengungkap pengiriman 1 kilogram (kg) sabu oleh salah satu oknum petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Juwata Tarakan berinisial AR, saat tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan Kaltim pada Kamis (8/2) lalu, memang patut acungi jempol.
Tidak hanya sekali ini, Direktur Reskoba Polda Kaltim, Kombes pol Drs. Akhmad Shaury saat dijumpai sejumlah awak media di Bandara Juwata, Sabtu (10/2), juga mengungkapkan AR diduga sudah kerap kali melakukan aksi serupa sejak tahun 2010 lalu.
“AR ini sudah sejak tahun 2010 membantu pengiriman sabu keluar kota, tidak hanya ke Balikpapan tapi keluar Kaltim. Jumlahnya juga relatif, ada yang 1 kg hingga 2 kg atau mungkin lebih, ini sedang kami dalami,” ujarnya.
Perwira berpangkat melati tiga ini juga menambahkan, AR sebelum ini pernah menjadi narapidana atas kasus yang sama. Namun, saat itu AR tertangkap memiliki sabu di bawah 5 gram dan hanya terbukti sebagai pemakai, sehingga hukuman yang dijalaninya relatif singkat.
Namun, keluar dari penjara, AR diduga tergiur dengan upah yang dijanjikan untuk sekali berhasil meloloskan sabu. Jumlahnya mencapai puluhan juta, namun Kombes Shaury enggan membeberkan berapa upah sebenarnya yang didapatkan AR sekali meloloskan sabu-sabu.
“Yang jelas, upahnya sangat menggiurkan, sehingga ia selalu membantu para bandar. Selain AR ini, kami juga terus mendalami apakah masih ada petugas Avsec lainnya yang selalu membantu AR untuk melakukan meloloskan sabu. Pasti, semua pihak yang terlibat akan kita periksa,“ tegasnya.
Soal lolosnya sabu melewati Bandara Juwata, meski beberapa kasus ada yang tertangkap di Makassar, Balikpapan dan Bandara lainnya di luar Kaltim, Kombes Shaury menegaskan, hal tersebut menjadi tugas semua pihak untuk mengungkap komplotan yang ada di belakang layar, termasuk petugas Bandara lainnya.
“Ini pertanyaan yang harus kita jawab bersama, kenapa bisa lolos oleh aparat yang mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap keamanan. Apalagi, sabu ini kita duga berasal dari Malaysia, dan semua pihak harus bekerja sama memberantas sabu,” tandasnya. 



Lazada Indonesia