Home » Utama » Sejak 2009, Kemenag Terapkan Pemotongan Gaji 2,5 Persen

Sejak 2009, Kemenag Terapkan Pemotongan Gaji 2,5 Persen

NUNUKAN - Penyelenggara Syariah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nunukan, Sayid Abdullah menegaskan, inisiatif pemerintah melakukan pemotongan gaji sebesar 2,5 persen bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sedang direspon berbagai pihak.
Namun di Kabupaten Nunukan, kata dia, pemotongan zakat profesi itu sudah berlangsung sejak tahun 2009. Sehingga, Nunukan bisa dikatakan lebih maju daripada daerah lain. Terbukti, dengan terbitnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Zakat di Kabupaten Nunukan.
“ Perda itu sampai saat ini belum dicabut. Artinya, Kabupaten Nunukan, Alhamudlilah lebih maju. Khususnya di Kemenag, dari tahun 2009 sudah menerapkan pemotongan itu. Bahkan, peraturan zakat baru terbit tahun 2014, tapi Nunukan sudah ada Perda tahun 2013,” ungkapnya kepada Koran Kaltara saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/2).
Apalagi, kata dia, pemotongan zakat lebih gencar ketika Baznas terbentuk. “Bahkan, informasinya sudah ada beberapa lembaga yang sudah mendatangani MOU pengumpulan zakat. Termasuk, sudah dibuat kesepakatan dengan Pemerintah Daerah untuk mengumpulkan zakat satu pintu,” tambahnya.
Hingga saat ini, lanjut dia, tidak ada ASN muslim menyatakan keberatan terhadap pemotongan zakat tersebut. Kalaupun ada, hanya segilitir orang. Dari 100 persen yang dikelola Baznas, hanya 7,5 persen dari pemotongan gaji 2,5 persen.
“Sisanya dikelolah UPZd i masing-masing instansi. Jadi, tetap ada yang kelola UPZ, karena itu memang hak amil,” tambahnya.
Dia mencontohkan, jika gaji Rp4 juta, maka potongan 2,5 persen itu hanya RP100 ribu setiap bulan. “Saya rasa, dengan Rp100 ribu itu, kalau dibawa pulang tidak membuat kita kaya. Apabila uang Rp100 ribu kita keluarkan tidak membuat kita miskin. Insya Allah, dengan berzakat, reseki kita akan lebih baik. Di dalam gaji kita itu, ada hak orang lain, jadi harus kita keluarkan dulu agar lebih berkah,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia