Home » Utama » 401 TKI Telah Diusir dari Malaysia

401 TKI Telah Diusir dari Malaysia

401 TKI Telah Diusir dari Malaysia
Yermia Rande Sarira

NUNUKAN - Persoalan Tenaga Kerja Indonesia yang mengais rezeki di negeri jiran, Malaysia, memang tak ada habisnya. Sebab, hampir tiap minggu ratusan TKI terpaksa diusir dari Malaysia karena terlibat kasus keimgrasian.
Bahkan, saat ini terhitung dari awal Januari sudah ada 401 TKI yang dideportasi melalui Nunukan. Rata-rata, mereka merupakan warga dari Sulsel, Sultra, Sulbar, NTT, Jatim, Jateng, Kaltara, Kaltim, dan Kalbar.
Plt Kepala BP3TKI Kabupaten Nunukan, Yermia Rande Sarira mengatakan, dari ratusan TKI itu terdiri dari 316 laki-laki dan 61 perempuan. Kemudian, ada 16 anak laki-laki dan 8 anak perempuan.
“Pengiriman pertama terjadi pada 1 Januari lalu sebanyak 322 orang. Kemudian pada 2 Februari, Malaysia kembali mengirim 79 orang,” ungkap dia kepada Koran Kaltara saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (13/2).
Dia mengatakan, usai menjalani hukuman kurungan di Malaysia, TKI tersebut dipulangkan ke Indonesia.
“Ini tergantung dari kasus apa yang mereka buat. Biasanya, tiga bulan hingga empat bulan. Setelah mereka di kurung baru dikembalikan ke Indonesia. Biasanya pemulangan ini dijadwalkan sebulan dua kali. Tapi kalau memang disana sudah banyak habis masa kurungan bisa langsung dipulangkan,” terang dia.
Menurut dia, kasus yang mendomonasi TKI tersebut adalah keilegalan. Artinya, mereka masuk tanpa mengantongi surat resmi. Setidaknya ada 253 orang yang masuk ilegal. Kemudian, pengguna paspor PMI ada 66 orang, paspor umum 79 orang dan pengguna Pas Lintas Batas (PLB) 3 orang.
“Jadi memang, sebagian ada suratnya tapi sudah habis masa berlaku, namun tidak diperpanjang pemilik,” kata dia.
Ketika dideportasi, lanjut dia, para TKI akan diberikan pilihan. Apakah menetap di Nunukan dan bekerja kembali ke kampung asalnya atau ingin kembali ke Malaysia. Untuk TKI yang ingin pulang, nanti akan difasilitasi BP3TKI dengan menanggung biaya pulangnya. Bagi yang ingin menetap di Nunukan dan ingin bekerja, harus ada surat jaminan dari perusahaan. Begitu juga dengan TKI yang ingin kembali ke Malaysia, harus ada jaminan dari majikan tempatnya bekerja.
“Kebanyakan mereka setelah tiba di Nunukan diambil oleh keluarga. Artinya ada keluarganya yang menjamin,” tuturnya.
Dia mengaku, pihaknya akan membantu fasilitasi TKI yang sama sekali tidak memiliki identitas. “Nanti di Capil akan mengeluarkan KTP,” tambahnya.
Dia menyampaikan, paling banyak terjadi adalah TKI yang memiliki identitas luar kota. Sehingga, hal itu menjadi kendala dalam mengurus dokumen tersebut. “Ini harus meminta surat pindah dari daerah asalnya. Sekarang sudah tidak bisa lagi. KTP yang dibikin nanti akan diurus perpanjang masa berlakunya,” katanya.
Diketahui, pada tahun lalu, Malaysia telah mendeportasi 3.813 TKI melalui Nunukan. Ini bukti masih ada jalur tikus yang dilalui para TKI ilegal. 



Lazada Indonesia