Home » Advertorial » Warga Perbatasan Keluhkan Jaringan Seluler

Warga Perbatasan Keluhkan Jaringan Seluler

TANJUNG SELOR – Meski Pemerintah Pusat dan Propinsi Kaltara telah berupaya memasang pemancar telekomunikasi di kawasan perbatasan, terutama di Desa Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau. Namun masyarakat setempat menilai jaringan telekomunikasinya belum dapat digunakan.
Salah seorang warga Desa Long Nawang, Darmanto mengatakan, meski kini dirinya memiliki telepon genggam canggih sekelas smartphone, namun belum bisa digunakan karena di wilayah tersebut belum ada jaringan telekomunikasi.
“Meski ada tower yang dipasang, tapi tidak berfungsi. Jadi kami yang di perbatasan ini sangat sulit berkomunikasi,” kata Darmanto, beberapa waktu lalu.
Darmanto mengatakan, jangankan untuk akses internet, mengirim pesan singkat atau menelpon pun, mereka terpaksa harus mencari di titik-titik tertentu, itupun sinyalnya sangat lemah. Termasuk dirinya, untuk mendapatkan jaringan telepon harus pergi ke gunung terlebih dahulu. “Jadi kalau mau menghubungi keluarga di Tanjung Selor, saya harus mencari jaringan dulu,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Darmanto berharap kepada pemerintah agar memperhatikan warga yang ada di perbatasan, terutama dari segi telekomunikasi. “Meski pembangunan dikerjakan terus menerus, tapi kalau jaringan telekomunikasi tidak diperhatikan, tentu sama saja. Kami butuh jaringan juga,” ungkapnya.
Menanggapi keluhan warga tersebut, Ketua DPRD Kaltara Marten Sablon membenarkannya. Selain di daerah Long Nawang, beberapa daerah kawasan perbatasan lainnya juga kerapkali mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. “Saya sering kali mendapatkan keluhan seperti itu mas,” kata Marten.
Oleh sebab itu, Marten berharap agar keluhan-keluhan dari masyarakat di perbatasan dapat direspons cepat oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Kaltara. “Mudahan pemerintah daerah maupun pusat dapat meresponnya,” katanya.
Apalagi di Long Nawang diketahui telah memiliki BTS namun dalam kondisi rusak. Marten menegaskan, agar pemerintah melalui dinas terkait dapat merespons lebih cepat dan memperbaikinya. “Jangan hanya dibiarkan begitu saja, karena jaringan telekomunikasi kebutuhan masyarakast di perbatasan,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia