Home » Ekonomi » Antisipasi Kelangkaan Barang di Nunukan Libatkan Bulog

Antisipasi Kelangkaan Barang di Nunukan Libatkan Bulog

TANJUNG SELOR – Pasca diberhentikannya toleransi penggunaan kapal non konvensi atau kapal kayu sebagai sarana perdagangan lintas batas dari dan menuju Negara Bagian Sabah, masyarakat Kabupaten Nunukan saat ini berpotensi mengalami kesulitan membeli produk asal negeri jiran tersebut. Sebelumnya diberitakan (12/2), Wakil Ketua Himpunan Pedagang Lintas Batas (HPLB) Kabupaten Nunukan, Hasanuddin, keadaan ini sudah mulai berdampak dengan berkurangnya stok barang yang dimiliki para pedagang.
Dikonfirmasi kepada instansi terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara), Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) Kalimantan Utara (Kaltara), Hasriyani menyampaikan, pihak pemerintah daerah dipastikan melibatkan Badan Urusan Logistik (Bulog) Kabupaten Nunukan, untuk mengantisipasi adanya kelangkaan barang yang dikhawatirkan mampu membuat harga melonjak tajam dan turut membuat pembengkakan nilai inflasi daerah.
Berdasarkan informasi yang ia terima, Bulog memiliki stok persediaan beras dan gula pasir yang diyakini mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama keadaan ini berlangsung. Namun terlepas dari persiapan yang dimaksud, Yani menjelaskan pihaknya belum menemukan adanya kelangkaan yang ekstrem dan bersifat menganggu kesehatan ketahanan pangan di daerah Nunukan.
“Upaya untuk antisipasi kelangkaan ini adalah berkoordinasi dengan pihak Bulog. Berdasarkan pemantauan di lapangan, kebutuhan terbesar dan menjadi prioritas masyarakat adalah beras dan gula pasir. Untuk kebutuhan itu, Bulog mengaku siap menyediakan dengan harga dan kualitas yang bersaing,” terang Yani.
Sebelumnnya untuk sisi diplomasi dan negosiasi sendiri, Ketua Tim Kerjasama Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (Sosek Malindo) Kaltara, Frederick Ellia Guckang menyampaikan, pihaknya dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan pemerintah Negara Bagian Sabah, untuk meminta bantuan dan solusi atas keadaan ini. Berdasarkan instruksi yang ia terima dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia, proses diplomasi berlangsung Bulan Juni saat tahapan pemilihan umum di Sabah telah usai.
“Ini harus di tarik benang merahnya terlebih dahulu. Persoalan ini asal muaranya adalah keputusan pemberhentian perdagangan lintas batas karena alasan keamanan. Sehingga menyebabkan pelabuhan tradisional ditutup dan untuk di pelabuhan internasional sendiri, tidak diperbolehkan menggunakan kapal kayu karena aturan keselamatan internasional. Kita akan melakukan negosiasi Juni nanti agar saudara kita diperbatasan tidak sampai kesulitan memenuhi kebutuhannya,” jelas Frederick. 



Lazada Indonesia