Home » Worldsport » Ruginya Bianconeri

Ruginya Bianconeri

Ruginya Bianconeri
GAGAL MENANG: Kiper Juventus Gianluigi Buffon memelluk Harry Kane yang menjebol gawangnya pada pertandingan di Allianz Sadium dinihari kemarin.

TURIN – Sudah unggul dua gol namun harus mengakhiri permainan dengan hasil imbang tentu bukan sesutu yang menyenangkan bagi tim sekelas Juventus terlebih pertandingan dimainkan dalam dua leg. Tapi itulah yang harus mereka terima saat menjamu Tottenham Hotspur pada leg pertama babak 16 Besar Liga Champions di Allianz Stadium Rabu (14/2) dinihari kemarin.
Bianconeri memulai laga dengan amat baik. Gonzalo Higuain sudah membawa mereka unggul di menit kedua. Higuain menggandakannya pada menit ke-9 lewat titik penalti. Tapi kemudian Spurs balik menekan dan menguasai pertandingan. Harry Kane lantas mencetak gol balasan di menit ke-35. Juventus nyaris menjauh lagi setelah mendapatkan penalti di ujung babak pertama, namun Higuain gagal menceploskannya sekaligus gagal mencetak hattrick. Spurs melanjutkan tekanannya di babak kedua, lalu menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas Christian Eriksen pada menit ke-71. Skor 2-2 bertahan sampai laga berakhir.
Hasil ini jadi kerugian besar untuk Juventus, mengingat leg kedua akan digelar di markas Spurs, Stadion Wembley, pekan depan. Sebaliknya bagi Spurs, hasil imbang 0-0 atau 1-1 sudah cukup untuk meloloskan mereka dengan keunggulan gol tandang.
Pelatih Juventus, Max Allegri mengakui timnya melakukan kesalahan. “Pertandingan yang bagus. Juventus melakukan sejumlah kesalahan, sebagian karena tekanan yang dilakukan lawan, Kami punya kesempatan untuk unggul 3-0 (sebelum gol Kane), lalu kemudian ada kegagalan penalti,” kata Allegri seperti dikutip dari Football Italia.
Hasil imbang 2-2 di markas Juventus membuat Bianconeri harus bisa meraih kemenangan di Wembley atau minimal seri dengan jumlah tiga gol atau lebih. “Kami tahu kami akan menghadapi kesulitan, namun kini saatnya mengalihkan fokus pada leg kedua yang merupakan duel hidup-mati dan mencoba memenangkannya,” imbuhnya.
Pemain Juve Federico Bernardeschi bersikukuh, timnya pantas memenangi laga ini. “Di dalam sepakbola level seperti ini, berada dalam tekanan adalah hal yang biasa karena kami menghadapi sebuah tim yang tangguh,” kata Bernardeschi kepada Mediaset Premium.
Manajer Spurs Mauricio Pochettino mengakui timnya memulai dengan ceroboh. Tapi puas melihat respons anak-anak asuhnya. “Pertandingan yang fantastis. Kami ceroboh dan kebobolan dua gol dalam sembilan menit, tapi karakter yang kami tunjukkan itu fantastis,” ungkapnya kepada BT Sport. “Saya ingin menyelamati para pemain, tertinggal 0-2 di Turin, dengan lawan yang sangat sulit dibongkar. Kami layak mendapatkan kemenangan ketimbang hasil imbang. Kami lebih matang sekarang. Dalam beberapa pekan terakhir, tim ini tumbuh dan naik level. Ini adalah contoh bagus untuk kapasitas yang kami punya. Tim ini menakjubkan dalam hal bagaimana mereka bereaksi,” sebutnya.
“Anda selalu butuh sejumlah keberuntungan di sepakbola. Pertemuan in masih terbuka, Juventus adalah tim yang masif. Kami punya harapan untuk bisa menang di Wembley,” imbuhnya seperti dilansir BBC. 



Lazada Indonesia