Home » Utama » Nelayan Bisa Jadi ‘Pasukan Keamanan’ 

Nelayan Bisa Jadi ‘Pasukan Keamanan’ 

TARAKAN - Cakupan wilayah perairan Kaltara terbilang luas, hal ini memicu sejumlah ancaman serius. Mulai dari eksploitasi hasil kelautan, pintu masuknya narkoba hingga perdagangan manusia dan senjata. 
Hal ini diungkapkan oleh Rektor Universitas Kaltara, Abdul Jabarsyah. Dikatakannya, luasnya wilayah perairan Kaltara tidak berbanding lurus dengan fasilitas sistem keamanan yang ada. Sehingga hal tersebut menjadi potensi terjadinya berbagai ancaman. 
“Kita ini rentan sekali terhadap teroris,masuknya narkoba dan penyeludupan senjata,” ujarnya Kepada Koran Kaltara belum lama ini. 
Ia pun menyarankan agar pemerintah bisa memanfaatkan para nelayan sebagai ‘pasukan keamanan’ di perairan. Dengan tingkat mobilitas yang tinggi, para nelayan dianggap lebih paham akan ancaman-ancaman yang terjadi di perairan. 
Apalagi Kaltara yang secara geografis merupakan kawasan perbatasan dinilai sangat rentan akan berbagai ancaman. 
“Para nelayan itu bagaimana caranya kita libatkan sebagai security binding untuk mengamankan laut kita di perbatasan,” cetusnya. 
Perairan menjadi salah satu andalan Kaltara baik untuk mobilitas masyarakat maupun pemanfaatan sumber dayanya. Namun hal tersebut tidak ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai, sehingga dianggap rentan akan ancaman. 
“Andalan kita itu laut, tapi infrastruktur tidak sesuai,” katanya. 
Lanjut, Jabar mengatakan, belajar dari Kanada yang secara luas perairan negara tersebut kurang lebih dengan Kaltara. Bisa membangun banyak pos untuk mengamankan wilayah perairannya. 
“Kalau kanada dengan garis pantai lebih kurang dari kita mereka punya 1000 pos keamanan,” sebutnya. Sementara itu keadaan berbeda dialami provinsi termuda di Indonesia ini. Memiliki luas perairan yang besar tidak ditopang dengan sistem serta fasilitas yang representatif. 
Hal ini tentu harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Bagaimana caranya bisa mendorong pusat untuk membantu daerah membangun sistem keamanan yang lebih baik di perbatasan. 
“Kota itu kekurangan anggaran dan Keuangan untuk mengamankan laut kita,” tukasnya. 
Agar kawasan perairan Kaltara tetap bisa terjaga dari sisi keamannya. Tidak ada salahnya jika pemerintah daerah melibatkan para nelayan sebagai ‘Pasukan Keamanan’ perairan. 
Dengan melibatkan nelayan seperti yang dilakukan oleh pemerintah jepang. Maka pemerintah bisa lebih menghemat biaya. Sebab, psra nelayan tersebut hanya perlu dibekali alat komunikasi untuk menyampaikan keadaan-keadaan tertentu di perairan. “Nanti para nelayan itu hanya memberikan informasi saja,” tutupnya. 



Lazada Indonesia