Home » Utama » Lestarikan Budaya, Tarakan Bangun Baloi Adat Tidung

Lestarikan Budaya, Tarakan Bangun Baloi Adat Tidung

Lestarikan Budaya,  Tarakan Bangun Baloi Adat Tidung
Salah satu sudut ruangan Baloi Adat yang menggambarkan peralatan melaut warga suku Tidung yang keberadaanya mulai tergerus oleh perkembangan jaman.

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan membuat Baloi Adat yang berada di Telaga Keramat, tempat ini bukan hanya akan dijadikan sebagai pusat pengembangan dan pelestarian adat budaya suku Tidung, tetapi juga dapat dipergunakan untuk menyelenggarakan pagelaran budaya nusantara.
Dikatakan Wali Kota Tarakan, Sofian Raga pembangunan Baloi Adat ini merupakan upaya pemerintah dalam melestarikan budaya baik lokal maupun nasional, yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Dimana di dalamnya ada seni dan budaya yang memiliki nilai jika dikemas dengan baik, bahkan bisa menjadi industri pariwisata.
“Ini sebagai upaya pelestarian budaya yang kita miliki, di tempat ini kita bisa melihat benda-benda ataupun gambaran kehidupan masyarakat sehari-hari pada jaman dulu, ada ayunan anak, pelaminan, alat menangkap ikan, alat berdayung dan berbagai benda-benda yang digunakan masyarakat setempat pada jaman dulu ada disini,” terangnya, usai meresmikan Baloi Adat, Rabu (14/2).
Diakui Sofian, bahwa koleksi yang ada di dalam Baloi Adat ini belum semuanya menggambar kehidupan masyarakat Tidung, untuk itu pihaknya akan terus menggali potensi apa saja yang dapat ditampilkan. Misalnya bagaimana, warga Tidung zaman dulu mendapatkan penerangan pada malam hari, dan lain sebagainya.
“Kehidupan masyarakat yang masih tradisional masa lalu akan kita kembalikan lagi, bagaimana mereka jaman dulu mendapatkan sabun, kayak apa membuatnya, samponya dulu seperti apa, dan bagaimana membuat bedak. Dulu mereka bikin sendiri, kalua sekarang beli di took,” ungkapnya.
“Ini salah satu bagian menyambut tamu Apeksi, tetapi bukan hanya karena ada Rakernas kita resmikan tempat ini tetapi Tarakan inikan sebagai kota transit sehingga orang yang menginap di hotel tidak jenuh berada di dalam kamar saja, mereka bisa jalan-jalan ke tempat-tempat yang sudah kita bangun,” ucapnya.
Selain Baloi Adat, Tarakan juga memiliki beberapa tempat yang dapat disinggahi seperti KKMB, museum, agrowisata Karungan, dan beberapa tempat lainya yang telah dikemas sedemikian rupa sehingga sangat menarik untuk dikunjungi.
“Untuk luas secara keseluruhan, ada 1,7 hektar, dan kita akan memberikan tambahan rumah zaman dulu yang masih menggunakan nipah, atapnya dari daun, dindingnya juga. Masaknya pakai kayu api, persis jaman dulu akan kita tampilkan disini supaya lebih baik,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung. Maya mengaku bahwa tempat ini cocok untuk selfi dan dapat mengetahui kehidupan jaman dulu, serta benda-benda yang digunakan untuk berburu maupun mendapatkan makanan.
“Disini cukup bagus untuk menambah pengetahuan, tempatnya sejak dan bangunananya menunjukan identitas warga Tidung dan ini akan menjadi kearifan lokal yang harus kita jaga supaya tetap lestari dan sebagai cerminan generasi saat ini yang sudah hidup serba mudah,” ungkapnya.
Salah satu mahasiswa perguruan tinggi di Tarakan ini juga mengakui jika koleksi yang ada masih kurang lengkap, sehingga ruangan yang besar terkesan kosong karena masih terbatasnya benda yang ada.
“Semoga tempat ini semakin baik, bisa jadi alternatif jalan-jalan ke Tarakan karena tempatnya cukup keren untuk dikunjungi,” ucapnya. 



Lazada Indonesia