Home » Utama » Saksi Ahli Tak Hadir, Sidang Budiman Ditunda Lagi

Saksi Ahli Tak Hadir, Sidang Budiman Ditunda Lagi

NUNUKAN - Sidang mantan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan H. Budiman Arifin, kembali ditunda. Sebab, saksi ahli tidak dapat hadir di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda, Rabu (14/2).
Jaksa Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan, Ali Mustafa mengatakan sidang ditunda, saksi ahli berhalangan hadir.
“Jadi sidang kita tunda hingga pekan depan yakni Rabu depan,” terangnya kepada Koran Kaltara Rabu (14/2).
Memang saat ini, kata dia, sidang kasus Budiman telah memasuki tahap keterangan saksi ahli. Dimana, saksi ahli dari pihak terdakwa Budiman di PN Tipikor belum dapat dipastikan siapa yang akan dihadirkan.
“Yang jelas nanti kita lihat aja kelanjutannya seperti apa,” ujarnya.
Sebelum melakukan rencana tuntutan (retut), kata dia, masih ada agenda lain setelah saksi ahli. “Masih panjang. Kita belum lagi masuk pemeriksaan terdakwa, terus saksi yang meringankan terdakwa,” ujarnya.
Sebelumnya, tiga saksi yang yang tidak hadir tetap dibacakan oleh hakim. Semua saksi yang sakit dan tak dapat hadir semuanya sudah dibacakan pada sidang yang digelar Rabu (24/1).
Saksi yang sakit kata dia, yakni Arifuddin, mantan Bupati Nunukan, H. Abdul Hafid Achmad, serta Suyono Talib. Sementara Darmin diketahui sudah meninggal.
“Tapi semuanya sudah dibacakan. Mereka ini ada sakit struk,” terangnya.
Lanjut dia, setelah usai keterangan semua saksi ini maka pekan depan masuk saksi ahl. Sehingga diharapkan sidang yang digelar pekan depan tidak menemukan kendala dan segera cepat selesai.
Sebelumnya pada sidang Rabu (17/1) lalu, memang sempat tertunda, lantaran saksi Arifudin tidak hadir karena sakit.
Sehingga hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda memberikan kesempatan sekali lagi.
“Jadi dikasih hakim kesempatan sekali lagi. Nanti kalau belum bisa hadir lagi maka akan langsung dibacakan. Tapi ini dengan catatan harus ada keterangan sakit dari rumah sakit,” katanya.
Sebelum masuk putusan, kata dia, kasus korupsi yang merugikan negara Rp7 miliar nanti akan dilanjutkan dengan agenda keterangan saksi ahli yang selanjutnya keterangan saksi yang meringankan terdakwa.
“Kalau tidak ada saksi yang meringankan terdakwa maka kita langsung terdakwa,” terangnya.
Budiman Arifin didakwa melanggar Primair Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) nomor 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU nomor 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 Ayat (1) KHUP.
Subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 UU nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU nomor 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 Ayat (1) KHUP. 



Lazada Indonesia