Home » Utama » 10.074 Warga Bulungan Usia 0-18 Miliki Akta Bermasalah

10.074 Warga Bulungan Usia 0-18 Miliki Akta Bermasalah

TANJUNG SELOR – Sesuai data yang diberikan pusat pada 2017 lalu, sebanyak 10.074 warga Kabupaten Bulungan usia 0 hingga 18 tahun, memiliki akta yang bermasalah. Akta yang dimiliki warga ini ternyata belum terdaftar di pusat.
Menyikapi kondisi itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bulungan diminta untuk melakukan daftar ulang seluruh masyarakat yang dimaksud. Dengan ditarget capaian 85 persen.
Menindaklanjuti hal itu, Disdukcapil telah memberikan seluruh daftar nama masyarakat ke masing-masing kecamatan dengan tujuan agar masyarakat segera melaporkan akte kelahirannya ke Disdukcapil untuk diproses.
Saat dikonfirmasi kepada Sekretaris Disdukcapil Bulungan, Drs Mesak mengatakan, dirinya belum mengetahui secara persis data yang masuk karena belum diberikan laporan tertulis oleh Disdukcapil.
Namun demikian, kata dia, diperkirakan sudah ada sekitar 4 ribu dari 10.074 dari data 2017 lalu yang sudah masuk. Baik yang melaporkan aktanya, maupun yang buat baru. Karena ada yang belum memiliki akta.
“Ada yang memiliki akta, tetapi belum mendaftarkan ke Disdukcapil seperti pendatang. Ada juga yang sifatnya manual itu di bawah tahun 2010 dan itu belum terkoneksi ke pusat, arena belum dilaporkan. Kemarin banyak yang warna kuning yang belum terdaftar, karena secara manual,” ujarnya kepada Koran Kaltara.
Diakuinya, memang banyak masyarakat pendatang yang sudah punya akta tapi dari daerah asalnya dan akta itu bermasalah seperti ada kesalahan nama atau tanggal lahir yang berbeda dari dokumen lainnya.
“Itu kan seharusnya diperbaiki dulu melalui pengadilan tapi mereka (masyarakat) tidak mau. Padahal itu tanggungjawab pribadi dia,” ucapnya.
Lanjut pria berkacamata ini menambahkan, untuk menyelesaikan permasalahan akta kelahiran masyarakat yang bermasalah itu pihaknya sudah berupaya melakukan jemput bola dengan langsung datang ke kecamatan atau desa terkait.
Dikatakan, pada setiap desa sebelumnya juga sudah diberikan daftar nama-nama masyarakat yang belum memiliki akta kelahiran, atau sudah tetapi masih bermasalah. Namun kebanyakan dari masyarakat itu tidak mau melaporkan aktanya ke Disdukcapil.
Hal ini lah yang menjadi kendala. Sehingga target yang ditetapkan pusat, yakni realisasi 85 persen seharusnya tercapai akhir 2017 lalu, tapi karena masyarakat enggan melapor, akibatnya capaian masih sekitar 4 ribu dari 10.074 itu.
“Mudahan tahun ini bisa tercapai. Kita terus genjot, bagaimana pun caranya harus tercapai, target kita tahun ini 90 persen,” ungkapnya.
Untuk diketahui, masyarakat hanya harus menyerahkan foto copy akta dan kartu keluarga (KK) kepada Disdukcapil atau pihak desa dan kecamatan agar akta yang tadinya belum terdaftar bisa didaftarkan. 



Lazada Indonesia