Home » Ekonomi » Pertumbuhan Ekonomi Didominasi Kegiatan Non Berkelanjutan

Pertumbuhan Ekonomi Didominasi Kegiatan Non Berkelanjutan

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki satu persoalan penting di balik perkembangan pertumbuhan ekonomi yang berada di atas rata – rata nasional. Berdasarkan isu strategis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2016 – 2021, persoalan yang dimaksud yakni pertumbuhan ekonomi masih bersumber dari kegiatan ekonomi yang sangat rentan terhadap keberlanjutan ekonomi dan juga lingkungan. Demikian dikatakan Kepala Biro Perekonomian Setprov Kaltara, Usdiansyah.
Kendati secara teknis persoalan ini memiliki implikasi dalam jangka waktu panjang, namun Usdiansyah menjelaskan, pihak pemerintah baik di tingkat pusat dan juga daerah sendiri memang dituntut tidak menutup sebelah mata. Dimana persiapan ketika cadangan batu bara sebesar 943,70 ton yang tersedia kelak habis, sektor pertumbuhan ekonomi tidak boleh timpang apalagi hingga jatuh.
“Apabila kita berbicara dari sisi ekonomi, tentu terdapat beberapa langkah yang bertujuan agar pertumbuhan ekonomi Kaltara bisa terus stabil dari waktu ke waktu,” terang Usdiansyah.
Lanjutnya, langkah yang diambil untuk mengantisipasi persoalan ini terbagi ke dalam dua sektor. Yakni pemberdayaan sektor pertanian dan industri yang bersifat berkelanjutan dan implementasi prioritas kebijakan batu bara yang dikeluarkan Direktorat Pembinaan Pengusahaan Batu Bara pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Menurutnya, kebijakan batu bara ini berfungsi agar peran dan fungsinya tidak digunakan secara sembarangan. Dimana baik dari kelas terendah hingga tertinggi, diatur dalam skema pengelolaan yang terpadu.
“Untuk mencari solusi dari isu strategis ini adalah bagaimana caranya agar batu bara kita dapat memainkan perannya secara tepat. Selain itu, pertanian dan industri memang diarahkan bisa tumbuh stabil. Kedua sektor ini kan dihasilkan dari Sumber Daya Alam (SDA) yang terbarui, sehingga bisa diandalkan dalam jangka waktu panjang,” jabar Usdiansyah.
Terkait realisasi sektor ekonomi berkelanjutan tersebut untuk mampu mulai bersaing terhadap pertambangan, Usdiansyah memproyeksikan secara bertahap bisa terlihat ketika menginjan tahun 2021. Proyeksinya tersebut, mempertimbangkan beberapa acuan yang dan target yang telah ditetapkan. Terutama melalui pembangunan infrastruktur dan peningkatan kompetensi SDM yang ada.
“Kalau kita bicara target pastinya disesuaikan dengan RPJMD. Sehingga realisasi terdekat bisa lebih terlihat hasilnya di tahun 2021,” pungkas Usdiansyah. 



Lazada Indonesia