Home » Politik » Tiga Calon Walikota Masih Berstatus ASN

Tiga Calon Walikota Masih Berstatus ASN

TARAKAN – Pascapenetapan pasangan calon (paslon) peserta Pilkada Tarakan 2018 oleh KPU, tiga calon masih menyandang status Aparatur Sipil Negara (ASN). Calon berstatus ASN tersebut, yakni Badrun, Khairul, dan Sofian.
Kepada media ini, mereka mengaku proses pengunduran dirinya masih diproses di Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan hingga Rabu (14/2) kemarin, SK pemberhentian dari BKN belum terbit.
Dikatakan salah satu calon, Khairul bahwa sebenarnya dirinya telah mengajukan pensiun dini ke BKN, tetapi SK pemberhentian secara hormat dari Pemerintah Pusat belum terbit, sehingga untuk saat ini dirinya masih berstatus sebagai ASN.
“Usulan pensiun dini ini kita sampaikan ke Pemerintah Daerah, tetapi yang menyetujui Pemerintah Pusat, dan permohonan pensiun dini saya sudah saya sampaikan, mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama lagi sudah terbit SKnya,” terangnya.
Lebih lanjut dikatakan Khairul, seharusnya bulan Maret mendatang dirinya tidak lagi menjabat sebagai ASN. Sedangkan untuk surat pengunduran diri sejak Desember 2017 lalu sudah dirinya ajukan ke Wali Kota Tarakan, karena Khairul merupakan ASN Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, untuk selanjutnya diteruskan ke BKN.
“Sudah tidak ngantor lagi, sebenarnya kalau SK nya belum keluar secara administrasi saya masih berstatus ASN. Tetapi karena ini sudah mengajukan bagaimana kami menunggu perintah dari pemerintah, mudah-mudahan ini bisa secepatnya selesai, sehingga tidak menggantung, karena yang menggantung itu tidak nyaman,” ungkapnya.
Sementara itu, Badrun saat ditemui wartawan juga mengaku dirinya sudah mengajukan pengunduran diri, tetapi saat ini statusnya masih ASN. Meskipun demikian, dirinya menegaskan bahwa saat ini pengunduran dirinya dari ASN sedang berproses.
“Sejak tanggal 10 (Februari) kemarin, saya sudah mengundurkan diri dari ASN, dan itu sedang berproses. Mudah-mudahan sebelum tanggal 27 Juni yang merupakan hari H pemungutan suara, prosesnya sudah selesai. Kalau saya, harus sesuai dengan SK Presiden, karena saya adalah pejabat eselon I, sehingga harus SK Presiden untuk pengunduran diri saja,” kata Badrun.
Meskipun demikian, Badrun mengaku semua fasilitas negara yang diberikan kepadanya telah dikembalikan. “Semua yang terkait dengan jabatan negeri sudah kita tanggalkan, sehingga saya fokus mengikuti Pilkada Tarakan,” ucapnya.
Fasilitas yang negara yang sudah dikembalikan di antaranya, rumah dinas, kendaraan dinas dan pelayanan protokoler, sehingga yang bersangkutan sudah tidak didampingi oleh ajudan.
“Saya jadi pejabat tidak pernah menempati rumah dinas, kalau kendaraan dinas sudah saya kembalikan. Kalau rumah dinas biarpun saya berada di provinsi maupun sebelumnya, tidak pernah pakai. Dan sekarang saya bukan siapa-siapa lagi, tidak boleh mendapatkan fasilitas semuanya sudah saya kembalikan,” urainya.
Sedangkan Sofian Raga, mulai 15 Februari tidak lagi menjabat sebagai Wali Kota Tarakan karena dirinya cuti sampai 23 Juni. Sedangkan untuk statusnya sebagai ASN juga masih dalam proses pemberhentian secara hormat.
“Mulai besok saya sudah tidak menggunakan fasilitas pemerintah, rumah dinas dan kendaraan dinas sudah tidak pakai lagi. Dan tugas saya sebagai wali kota akan dijabat oleh pak Arief, dan saya kira beliau sudah tahu apa yang akan dikerjakan, karena sejak awal sampai sekarang berjalan dengan apa adanya, dan mengalir saja,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia