Home » Politik » Paslon Mulai ‘Perang’ Visi dan Misi

Paslon Mulai ‘Perang’ Visi dan Misi

TARAKAN - Tim sukses dari pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan, Umi-Mahruddin percaya diri hadapi masa kampanye yang sesuai jadwal KPU Tarakan dimulai hari ini, Kamis (15/2), hingga empat bulan ke depan, atau tepatnya 23 Mei mendatang.
Tim Advokasi ‘Kita Tarakan’ Maman Usman menganggap, proses verifikasi faktual yang menjadi syarat pencalonan melalui jalur perseorangan menjadi keuntungan tersendiri bagi mereka. Sebab, dengan terjun langsung ke lapangan, timnya dapat bersentuhan langsung dengan konstituen.
“Kami percaya diri karena faktanya kami adalah paslon yang melakukan pengumpulan dukungan secara riil di masyarakat. Jadi berbeda dengan parpol. Kalau parpol kan mengklaim mereka memiliki konstituen yang banyak, tapi belum tentu turun ke lapangan untuk memastikan itu,”ujarnya, Rabu (14/2).
Melalui proses verifikasi faktual juga, kata Maman, timnya bisa menyerap langsung apa yang menjadi keluh kesah masyarakat hingga di lapisan terbawah. Sehingga hal itu dapat dijadikan oleh tim sebagai acuan dalam merumuskan sejumlah visi dan misi yang akan ‘dijual’ pada masa kampanye Paslon Pliwali Tarakan 2018.
“Kami mencoba untuk mengakomodasi kepentingan dan harapan dari konstituen,”sebutnya.
Selama masa kampanye berlangsung, tim ‘Kita Tarakan’ pun berkomitmen untuk menjalankan setiap kegiatan kampanye sesuai dengan tata aturan yang berlaku. Hal ini juga kata Maman sudah dikomunikasikan langsung kepada seluruh tim pada saat konsolidasi internal.
“Kami akan memperhatikan regulasi yang ada, memperhatikan rambu-rambunya,”ujarnya.
Tim ‘Kita Tarakan’ akan menghormati segala keputusan yang diambil oleh KPU dalam konteks regulasi kampanye Paslon. Sebab, pada prinsipnya tim ini juga mengkhendaki Pilkada yang damai dan tertib.
“Kita juga akan berkampanye dengan tetap memperhatikan aturan main yang ada, memperhatikan arahan dari KPU,”tuturnya.
Lanjut Maman mengatakan, ia juga mengarahkan tim dan relawan untuk proaktif mengawal setiap tahapan Pilkada di Tarakan. Jangan sampai ada pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi membuat suhu politik memanas.
“Tim juga kita harapkan bisa proaktif, semisal ada pelanggaran-pelanggaran di lapangan sesegera mungkin melakukan pelaporan kepada Panwas,”katanya.
Selain itu, Maman juga berharap baik KPU maupun Panwas sebagai lembaga negara yang ditugasi sebagai penyelenggara dan pengawas Pemilu bisa bersikap netral dalam menerapkan setiap aturan selama masa ‘perang’ visi dan misi berlangsung.
“KPU dan Panwas juga kita harapkan ikuti aturan main pusat,”pungkasnya. 



Lazada Indonesia