Home » Headline » Lakukan Pemetaan Tenaga Pendidik

Lakukan Pemetaan Tenaga Pendidik

TANJUNG SELOR – Pemprov Kaltara terus melakukan percepatan pembangunan dari segala sektor termasuk pendidikan. Tak hanya dari sisi infrasturktur, kualitas pendidikan juga ditimbang dari sektor tenaga pendidiknya. Tak dipungkiri, jumlah tenaga pendidik di Kaltara kian meningkat, apalagi setelah mendapat tambahan dari penerimaan CPNS tahun lalu sebanyak 60 orang dan alokasi guru garis depan (GGD) sebanyak 40 orang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara, Sigit Muryono mengatakan, pemprov inginkan guru di Kaltara merata di semua sekolah. Oleh karena itu, setelah melakukan uji kompetensi terhadap 597 guru non PNS di Kaltara, pihaknya bakal melakukan pemetaan tenaga pendidik. “Maka kita mapping (pemetaan) dulu, apakah dia (guru non-PNS) memenuhi standar atau tidak. Bahwa itu salah cara untuk meningkatkan sekaligus membuat tenaga pendidik jadi merata,” katanya ditemui, Kamis (14/2).
Dalam proses pemetaan tersebut, dijelaskan Sigit akan dikaitkan dengan indikator tenaga pendidik lainnya. Akan teridentifikasi, disetiap satuan pendidikan atau sekolah, ada berapa guru yang kurang, dan disekolah mana terdapat kelebihan guru. “Kita akan melihat, bagi yang kurang, kurangnya itu ada berapa. Begitu pula dengan yang lebih, lebihnya ada berapa,” jelasnya.
Ketika ditemukan sekolah yang kekurangan guru tertentu, maka akan dilihat sekolah lainnya yang memiliki guru lebih tersebut. Misalnya, di sebuah sekolah memiliki guru agama yang berlebih, maka didistribusikan ke sekolah lain yang tak memiliki guru agama. “Analisisnya butuh dan kurang berapa. Lebihnya itu guru apa saja. Kalau sekolah A lebih guru biologi, sekolah B kurang, maka didistribusikan ke sana,” lanjutnya.
Lebih jauh dijelaskan, upaya tersebut merupakan bagian sistem monitoring dan evaluasi terhadap peta kebutuhan guru dalam rangka efektivitas upaya pemprov dalam pemenuhan kebutuhan guru dan tenaga kependidikan yang profesional. Termasuk dengan adanya uji kompetensi kemarin, sebagai bahan pemetaan kebutuhan guru non-PNS, baik alokasi, distribusi, dan penentuan jumlah sebagaimana ketentuan. “Dari pelaksanaan uji kompetensi juga terdapat hasil pemetaan kebutuhan dan alokasi guru non-PNS sebagai pijakan program peningkatan kualifikasi, kompetensi dan sertifikasi guru di Kaltara,” tambahnya. 



Lazada Indonesia