Home » Headline » Kegiatan Ekonomi Belum Merata

Kegiatan Ekonomi Belum Merata

TANJUNG SELOR – Ruang kegiatan ekonomi yang tidak merata antara empat kabupaten dan satu kota di Kalimantan Utara (Kaltara), merupakan satu dari sembilan persoalan yang akan ditekan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltara periode 2016 – 2021. Masterplan pembangunan daerah lima tahunan ini juga tercatat, ketimpangan ini memicu persoalan kemiskinan dan pengangguran yang sulit terurai. Demikian dikatakan Kepala Biro Perekonomian Setprov Kaltara, Usdiansyah.
Menilik kebelakang, Usdiansyah menjelaskan persoalan ini sudah bergulir saat kabupaten dan kota masih tergabung dengan Kalimantan Timur (Kaltim). Dimana apabila diklasifikasikan per wilayah, tidak dipungkiri geliat ruang ekonomi lebih terbuka lebar di Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan. Selain karena faktor ketersediaan infrastruktur transportasi laut dan udara yang memadai, kedua daerah tersebut telah terlebih dahulu dijadikan rujukan para pendatang dari luar daerah. Belum lagi melihat terkait adanya kandungan sumber daya alam di daerah tersebut.
“Persoalan ruang kegiatan ekonomi yang tidak merata ini memang menjadi salah satu poin dari tugas pertama dan utama yang Kaltara hadapi. Tujuan kedepannya yakni daerah lain pun bisa turut berkembang dan tidak stagnan,” terang Usdiansyah.
Mengenai persoalan kemiskinan dan pengangguran yang sulit terurai, Usdiansyah menilai memang menjadi suatu hal yang lumrah dari kacamata ekonomi. Dimana ketika perekonomian terpusat pada satu daerah saja, maka persaingan yang tinggi bisa memicu potensi kemiskinan dan pengangguran. Adapun untuk daerah yang juga tidak memiliki ruang kegiatan ekonomi yang beragam, secara langsung ataupun tidak pula menyebabkan perputaran ekonomi di lokasi tersebut lambat.
“Kita tidak memungkiri memang potensi tersebut yang ada saat ini. Sehingga program dan kebijakan yang sekarang diterapkan pun mengarah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut,” lanjut Usdiansyah.
Terkait upaya untuk membuka ruang kegiatan ekonomi secara merata, ia menjelaskan sudah tertera sasaran pembangunan di Kaltara dalam lima tahun ke depan. Seperti melalui pembangunan desa, memperhatikan penerapan ekonomi hijau atau ekonomi yang berpusat pada kegiatan berkelanjutan, meningkatkan konektivitas antar daerah dan menjaga standar kualitas lingkungan hidup yang ada. Kemudian Usdiansyah mengingatkan bahwa realisasi investasi memang menjadi hal yang tidak kalah penting. Dimana ketika ada pasokan dana yang masuk ke daerah, maka otomatis kegiatan ekonomi baru bisa langsung terbuka.
“Selain itu yang terpenting memang dari SDM (Sumber Daya Manusia)-nya sebagai pelaku kegiatan ekonomi. Dimana untuk membuka ruang kegiatan ekonomi yang variatif, kompetensi masyarakat sebagai pelaku usaha atau pekerja teknis sangat dibutuhkan,” tutup Usdiansyah.



Lazada Indonesia