Home » Utama » Gagal Panen, Petani Minta Bantuan ke Pemerintah

Gagal Panen, Petani Minta Bantuan ke Pemerintah

TANA TIDUNG- Gagal panen yang dialami Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kelompok Jaya Makmur yang ada di Desa Tideng Pale Seberang, Kecamatan Sesayap, menjadi pengalaman para petani. Mereka harus mengantisipasi agar gagal panen tidak terulang lagi.
“Karena hama tikus dari pembukaan lahan yang dilakukan pihak perusahaan membuat kami petani harus merugi, sehingga untuk persiapan penanaman kembali dan kebutuhan untuk panen selanjutnya dibutuhkan bantuan dari pemerintah provinsi supaya petani-petani pada Koperasi jaya Makmur tidak lagi mengalami kerugian yang fatal seperti sebelumnya,” kata Ketua Gapoktan Koperasi Jaya Makmur, Azis Toba pada Sabtu (10/2).
Ia mengatakan bahwa sebanyak 25 Hektar (Ha) dengan masing-masing satu ha dikelola oleh satu orang petani ini rata-rata tidak ada yang bisa dipanen karena habis dimakan hama tikus. Hanya dua petak atau dua ha yang bisa diselamatkan sedangkan hasil panennya hanya sekitar 15 karung padi yang berat bersihnya hanya sekitar 7-8 karung beras saja.
“Bayangkan kami harus menunggu selama tiga bulan dan hasilnya hanya itu saja, panen kali ini benar-benar tidak ada hasil, semua kerja kami selama tiga bulan berjalan sia-sia saja, makanya kami sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah provinsi mulai dari bantuan alat pertanian yang akan ditunjang dengan bibit pertanian dari pemerintah Kabupaten Tana Tidung (KTT) supaya tidak ada kegagalan kembali,” tambahnya.
Meski untuk memaksimalkan hasil panen selanjutnya dibutuhkan adanya racun pemberantas hama atau antisipasi bagi hama tikus ini nantinya, setelah itu berlanjut petani yang ada di desa ini akan mulai melakukan penanaman kembali tanpa rasa khawatir berlebihan akan mengalami kegagalan panen kembali, kemudian panen kelak benar-benar hasil yang akan mereka peroleh.
“Kami tidak mau hasil kerja keras selama beberapa bulan hanya sia-sia saja dan hanya untuk dimakan tikus saja, sementara kebutuhan hidup kami selama beberapa bulan pula perlu ditutupi, karena hanya melalui hasil pertanian lah kami hidup, kami berharap bantuan yang berasal dari provinsi akan segera disalurkan,” jelasnya.
Bantuan mesin perontok padi, mesin pembajak sawah serta fasilitas alat pertanian penunjang lainnya dibutuhkan segera, pihaknya pula mengajukan bantuan ke pemerintah KTT mulai bibit tanam dan lainnya, meski untuk pemerintah KTT sendiri ia mengaku tak terlalu khawatir sebab pemerintah diakuinya sangat konsentrasi terhadap kebutuhan para petani untuk memaksimalkan hasil petani lokal.
“Untuk pemerintah KTT kami tidak perlu khawatir sebab ada saja bantuan yang diberikan baik berupa fisik maupun non fisik bagi petani yang ada disini, inipula yang kami syukuri hanya tinggal menunggu bantuan dari provinsi karena sebelumnya kami sudah mengajukan kesana, semoga cepat terealisasi supaya kami bisa memulai kembali aktivitas menanam dan dalam beberapa bulan bisa panen kembali tanpa gagal,” pintanya.  



Lazada Indonesia