Home » Advertorial » DKP Kembangkan Konsep Mina Padi

DKP Kembangkan Konsep Mina Padi

DKP Kembangkan Konsep Mina Padi
MINA PADI : Kepala DKP Kaltara H Amir Bakri bersama tim pelaksana program mina padi di SP 1 Tanjung Buka, belum lama ini.

TANJUNG SELOR – Untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus memanfaatkan lahan ‘tidur’ transmigrasi, tahun ini Pemprov Kaltara melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) memperkenalkan metode mina padi. Program ini direalisasikan lewat demonstrasi plot (Demplot) mina padi di Satuan Permukiman (SP) 1 Tanjung Buka, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kecamatan Tanjung Selor.
Lahan demplot itu, seluas 2 hektare. Teknisnya, lahan dibagi 3 petak pemanfaatan. Yakni, pematang, kolam ikan air tawar dan petak tanaman jangka pendek (sayuran). Rencananya juga akan dibudidayakan hewan ternak unggas, Bebek. “Metode ini sudah lama diterapkan di Pulau Jawa, dan banyak yang berhasil. Prinsipnya, jika tanaman padi gagal panen, maka masih ada ikan yang digunakan untuk menutupi kerugian atau sebaliknya. Bila keduanya berhasil, maka keuntungannya cukup besar,” kata Kepala DKP Kaltara H Amir Bakri, Rabu (21/2).
Konsep ini sangat mumpuni diterapkan di Tanjung Buka. Lahannya cocok dengan sumber daya air melimpah. “Ada 30 ribu bibit ikan air tawar siap tebar. Yakni 10 ribu bibit Ikan Patin, 10 ribu Ikan Emas, dan 10 ribu Ikan Nila. Sementara untuk ternak unggasnya, ada 200 bebek untuk dipelihara. Dan tanaman pematangnya, masih disemai. Sementara padi, sudah ditanam,” ulas Amir.
Untuk merealisasikan konsep ini, DKP mengalokasikan dana sebesar Rp 150 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara 2018. “Disini kami juga memperkenalkan jenis padi berumur pendek yang dapat dipanen 3 kali dalam setahun,” ucap Amir. 



Lazada Indonesia