Home » Advertorial » Tahun Ini, Pemprov Bangun PLTS Terpusat 40 KWP

Tahun Ini, Pemprov Bangun PLTS Terpusat 40 KWP

TANJUNG SELOR – Selain mengandalkan program pembangunan kelistrikan dari pemerintah pusat dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Pemprov Kaltara juga memanifestasikan program pengembangan kelistrikan untuk daerah terisolir dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat.
Tahun ini, menurut informasi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, telah dialokasikan anggaran senilai Rp 5,5 miliar untuk pembangunan PLTS Terpusat 40 Kilowatt Peak (kWp) di Dusun Tiyas, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan. “Tahun lalu, juga telah dibangun PLTS Terpusat 15 kWp di Dusun Antal, Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Bulungan dengan biaya Rp 2,7 miliar. Ada juga dari Kementerian ESDM di Desa Tepian, Kecamatan Sembangkung, Nunukan dengan daya 75 kWp,” kata Kepala Bidang (Kabid) Energi dan Ketenagalistrikan Dinas ESDM Kaltara Yosua Batara Payangan, Rabu (21/2).
Dinas ESDM juga akan menyusun studi kelayakan untuk rencana pembangunan 6 unit PLTS Terpusat di Kaltara. Dengan itu, menjadi titik tolak pembangunan PLTS selanjutnya di tahun-tahun mendatang. “Untuk anggarannya, bisa menggunakan APBD Kaltara juga DAK (Dana Alokasi Khusus),” urai Yosua.
Upaya lainnya adalah kerja sama antara Dinas ESDM dengan PLN untuk pembangunan jaringan listrik di daerah yang dapat dijangkau. “Khusus pembangunan jaringan listrik di daerah terisolir dan terpencil akan diupayakan Pemprov Kaltara dengan sumber anggaran dari pusat atau daerah,” jelasnya.
Berdasarkan data Dinas ESDM, mulai tahun ini PLN mengupayakan pembangunan jaringan listrik untuk 64 desa yang belum teraliri listrik PLN. Persebarannya di Nunukan 46 desa, Tana Tidung 1 desa, Malinau 15 desa dan Bulungan 2 desa. Adapun potensi pelanggan yang ada di 64 desa tersebut, sebanyak 6.273 Kepala Keluarga (KK).

35 DESA DI NUNUKAN,
SASARAN LISDES
Hingga 2017, Provinsi Kaltara, menurut catatan PT PLN Persero, memiliki total daya yang dihasilkan pembangkit yang ada sebesar 86,87 Megawatt (MW). Angka ini meningkat setiap tahunnya, sejurus perkembangan Kaltara. Pada 2015 total daya dari pembangkit yang ada di Kaltara mencapai 60,87 MW. Sementara di 2017 menjadi 63,87 MW.
Se Kaltara, masih berdasarkan data PLN, total pelanggan listrik PLN sebanyak 127.964 sambungan rumah dengan rasio elektrifikasi hingga 79,28 persen. Dengan itu, masih ada sekitar 20 persen lagi masyarakat Kaltara belum menikmati listrik.
Kondisi ini menjadi atensi Pemprov Kaltara. Dikatakan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara H Syaiful Herman, kondisi riil kelistrikan Kaltara adalah masih ada sejumlah desa yang belum berlistrik. Termasuk di wilayah ibukota, Tanjung Selor. “Rasanya, Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Bulungan bersama PLN sudah menyediakan tiang listrik di sejumlah desa yang belum berlistrik. Untuk itu, diharapkan PLN dapat segera merealisasikan jaringan listriknya. Sehingga desa yang belum berlistrik itu, masyarakatnya dapat menikmati listrik sebagaimana daerah lain,” kata Syaiful.
Dikatakan Syaiful, Kementerian ESDM dan PLN sempat memaparkan program listrik perdesaan (Lisdes) Provinsi Kaltara. “Kalau melihat pemaparan yang ada, PLN akan mengembangkan program ini ke 35 desa yang belum teraliri listrik di Nunukan pada tahun ini. Untuk daerah lain, rata-rata sudah 100 persen teraliri,” jelas Syaiful.
Realisasinya, pada 2016 dari 482 desa di Kaltara, jumlah desa berlistrik sebanyak 437 desa atau tersisa 45 desa belum berlistrik. Progressnya, pada 2017 PLN melaksanakan program tersebut untuk 10 desa belum teraliri listrik. 



Lazada Indonesia