Home » Advertorial » Gubernur Imbau Pengelola Dana Desa Gunakan Siskeudes

Gubernur Imbau Pengelola Dana Desa Gunakan Siskeudes

JAKARTA – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengimbau kepada seluruh penerima Dana Desa 2018 di Provinsi Kaltara untuk menggunakan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) dalam pengelolaannya sehingga memudahkan proses monitoring dan evaluasi Dana Desa itu. “Dari informasi DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), hingga saat ini masih banyak pengelola Dana Desa di Kaltara yang belum menggunakan Siskeudes. Untuk itu, mulai tahun ini harus mulai diterapkan,” kata Irianto, Rabu (21/2).
Aplikasi Siskeudes sendiri, sejak Juli 2015 penanganannya dilakukan oleh Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Aplikasi keuangan desa ini menggunakan database Microsoft Acces sehingga lebih portable dan mudah diterapkan oleh pengguna aplikasi yang awam sekalipun.
Secara teknis, transaksi keuangan desa termasuk dalam kelompok skala kecil, sehingga lebih tepat ditangani secara mudah dengan database acces ini. Penggunaan aplikasi dengan menggunakan database SQLServer hanya dikhususkan untuk tujuan tertentu atau volume transaksi sudah masuk dalam kategori skala menengah.
Penggunaan Siskeudes di Kaltara sendiri, berdasarkan laporan DPMD, pada 2018 sudah mulai direalisasikan seluruh penerima Dana Desa. Ini progress positif. Sebab pada 2017, masih ada 102 desa di Nunukan, termasuk 89 desa dari 5 kecamatan di wilayah Krayan yang belum menerapkan Siskeudes. Sementara yang sudah menggunakan Siskeudes, yakni di Tana Tidung ada 32 desa, Bulungan 74 desa, Malinau 109 desa, dan Nunukan 130 desa.
Ditegaskan pula oleh Gubernur, fokus kegiatan Dana Desa tahun ini mengalami peningkatan. Ini sesuai dengan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi No. 19/2017 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2018. “Sesuai Permendes itu, Dana Desa tahun ini difokuskan kepada bidang kegiatan produk unggulan desa atau kawasan perdesaan, BUM Desa atau BUM Desa Bersama, embung, dan sarana olahraga desa sesuai dengan kewenangan desa,” urai Irianto. Ada 122 BUM Desa di Kaltara, dan diharapkan terus bertambah karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitarnya. 



Lazada Indonesia