Home » Nasional » Malaysia Puji Keberanian Polri Tangkap Yacht Rp 3,5 T

Malaysia Puji Keberanian Polri Tangkap Yacht Rp 3,5 T

JAKARTA - Politikus oposisi Malaysia mengomentari penyitaan kapal pesiar mewah milik miliarder muda Malaysia, Jho Low atau Low Taek Jho di Bali. Otoritas Indonesia disebut telah bertindak berani dengan penyitaan yacht senilai Rp 3,5 triliun itu.
Politikus senior itu, Azmin Ali menyebut penyitaan itu sebagai terobosan penting dalam penyelidikan atas skandal korupsi yang melibatkan badan investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).
“Kegagalan otoritas Malaysia untuk bertindak demi keadilan sangat kontras dengan tindakan berani oleh otoritas Indonesia ini yang bekerja sama dengan Departemen Kehakiman AS,” ujar Azmin dalam sebuah statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (1/3).
Jho Low berada di bawah bidikan polisi lantaran dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi bernilai US$ 4,5 miliar yang melibatkan badan dana investasi Malaysia, 1MDB.
Kapal pesiar “Equanimity” yang disita di perairan Bali adalah kapal yacht yang terdaftar di Kepulauan Cayman, yang diduga dibeli oleh Jho Low dengan menggunakan uang yang diselewengkan dari 1MDB.
Pengusaha yang menjadi pusat dari skandal keuangan raksasa yang sedang diproses secara hukum di Amerika Serikat itu saat ini belum dikenai dakwaan. Namun aparat penegak hukum di Amerika Serikat berupaya menyita aset yang seluruhnya bernilai US$1,7 miliar atau sekitar Rp 23 triliun yang mereka katakan bersumber dari penyalahgunaan dana 1MDB.
Dalam pernyataan tertulis ke berbagai media, Jho Low mengecam penyitaan itu. Menurutnya, Departemen Kehakiman AS tidak menunjukkan bukti yang memadai untuk meminta kepolisian Indonesia menyita yacht mewahnya itu.
“Sangat mengecewakan, bahwa dengan tuduhan-tuduhan yang cacat dan bermotif politik, Departemen Kehakiman terus saja melanjutkan langkah-langkah yang sepenuhnya dilandaskan pada tuduhan penyelewengan yang tak berdasar,” demikian disampaikan.
1MDB didirikan oleh Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dan saat ini menghadapi penyelidikan pencucian uang di setidaknya enam negara, termasuk Amerika, Swiss, dan Singapura. Menurut gugatan AS, dugaan penyalahgunaan dana 1MDB oleh sejumlah pejabat mencapai US$ 4,5 miliar. Skandal ini menyeret nama PM Najib namun dia berulang kali menegaskan dirinya tidak bersalah.



Lazada Indonesia