Home » Kesehatan » Bakteri Listeria Sering Ditemukan di Buah Impor

Bakteri Listeria Sering Ditemukan di Buah Impor

Bakteri Listeria Sering  Ditemukan di Buah Impor

JAKARTA - Tiga orang telah meninggal di Australia akibat wabah bakteri listeria yang berasal dari buah melon yang terkontaminasi. Sebanyak 12 orang lainnya saat ini tengah dirawat di rumah sakit akibat wabah ini.
“Kami bisa mengkonfirmasi bahwa 13 dari 15 kasus tersebut mengkonsumsi melon sebelum awal sakit mereka,” kata Vicky Sheppeard, direktur penyakit menular untuk Kesehatan NSW dalam sebuah rilis pers seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (3/3).
Otoritas kesehatan telah memastikan kepada publik, bahwa semua melon yang terkontaminasi bakteri listeria, telah dibuang dari supermarket-supermarket.
Sebelumnya, beberapa waktu lalu juga pernah heboh bakteri listeria ditemukan dalam buah apel impor jenis Granny Smith, dan rumor tersebut sampai ke Indonesia. Namun, pihak Kementerian Peranian dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan)telah memastikan bahwa apel yang diimpor ke Indonesia bebas dari patogen Listeria tersebut.
Bakteri Listeria monocytogenes (L. monocytogenes) ditemukan pada setidaknya 37 spesies mamalia, baik hewan piaraan maupun hewan liar, serta pada setidaknya 17 spesies burung, dan mungkin pada beberapa spesies ikan dan kerang.
“Bakteri ini terdistribusi luas di lingkungan, dapat ditemukan di tanah, pakan ternak yang dibuat dari daun-daunan hijau yang diawetkan dengan fermentasi (silage), dan sumber-sumber alami lainnya seperti feses ternak,” terang Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, dr. H. M. Subuh, MPPM, dalam situs resmi Kemenkes RI.
Listeria dapat menyebabkan infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, orang sakit dan lanjut usia, serta orang dengan sistem imun yang lemah.
Orang sehat juga dapat terinfeksi penyakit yang disebabkan oleh bakteri Listeria yang disebut Listeriosis. Gejala jangka pendek yang muncul seperti demam tinggi, sakit kepala parah, pegal, mual, sakit perut dan diare.
Gejala-gejala tersebut bisa muncul beberapa hari setelah kita mengasup makanan yang tercemar bakteri, tapi bisa juga gejalanya baru muncul setelah dua bulan kemudian.
Bakteri Listeria bisa bertahan dalam lemari pendingin, bahkan dibekukan. Ini sebabnya orang yang memiliki risiko besar terkena infeksi harus menghindari segala jenis makanan yang mengandung bakteri ini.
Menurut dr Subuh, makanan yang bisa tercemar Listeria antara lain daging yang dimasak kurang matang, sayuran mentah, keju, serta susu yang tidak dipasteurisasi.
Pada ibu hamil, infeksi listeria hanya menyebabkan gejala yang ringan, tetapi berdampak serius pada bayi yang dikandungnya. Risiko terburuk yang mungkin terjadi adalah bayi lahir prematur dan infeksi serius setelah bayi dilahirkan.
L. monocytogenes merupakan salah satu penyebab penyakit yang serius dengan tingkat kematian sekitar 20-30 persen. Tingkat kematian di antara bayi yang baru lahir yang terinfeksi L. monocytogenes adalah 25-50 persen. 



Lazada Indonesia