Home » Headline » Kapal Malaysia Bermaksud Mengelabui Petugas

Kapal Malaysia Bermaksud Mengelabui Petugas

Kapal Malaysia Bermaksud  Mengelabui Petugas
KAPAL IKAN ASING berbendera Malaysia namun dengan nakhoda warga negara Indonesia berinisial LR, tertangkap patroli Ditpolair Polda Kaltim, Minggu (4/3) malam.

TARAKAN – Ditpolair Polda Kaltim kembali mengamankan Kapal Ikan Asing (KIA) yang berbendera Malaysia dan berdokumen Malaysia, saat unit KP. XII-2005/ SBU melakukan patroli di kawasan perairan Karang Unarang, Kabupaten Nunukan, sekira pukul 21.00 wita, Minggu (4/3) dan mendeteksi kapal berlayar gelap tanpa menyalakan lampu navigasi.
Direktur Polair (Dirpolair) Polda Kaltim Kombes Pol Omad melalui Kasatlan II Tarakan Ditpolair AKP Bahtiar, saat dikonfirmasi Senin (5/3) kemarin mengungkapkan, kapal dengan alat tangkap trawl atau pukat hela ini diketahui sedang melakukan penangkapan ikan di area perairan Indonesia.
“Dari jauh, kapal ini sudah kelihatan kalau berusaha menghindari petugas dengan mematikan alat navigasinya. Kemudian, baru setengah jam kemudian tim patroli kami berhasil mendekati kapal dan melakukan pemeriksaan dokumen yang dibawa,” ujarnya, saat ditemui di Dermaga Satlan II Tarakan Ditpolair Polda Kaltim.
Hasilnya, ternyata kapal bermuatan 30 GT dengan nakhoda LR (26) dan anak buah kapal berinisial D ini sudah melakukan aktivitas perikanan di wilayah perairan Tarakan selama dua hari. Namun,pada hari Sabtu dilakukan di wilayah perairan Malaysia dan baru di hari Minggu kapal bergeser ke alur perairan Karang Unarang, 10 mil dari batas wilayah perairan Malaysia.
Asal muasal kapal, disebut mantan Kasat Polair Polres Tarakan ini, menurut pengakuan nakhoda kapal bernama KM Cahaya Bone dari Indonesia, namun ternyata hanya ditemukan dokumen Malaysia dengan nama kapal TW 3518/6/F, body lambung kayu dan mesin Cummins (diesel) 190 HP dan pemilik Kapal berinisial LWK, kewarganegaraan Malaysia. LR sendiri sudah menjadi nakhoda kapal yang dibawanya ini selama 9 tahun dan digaji oleh warga negara Malaysia. Biasanya, LR melaut dengan pukat harimau ini seminggu dengan hasil tangkapan mencapai 1 ton dan dibawa ke juragannya, di Malaysia.
“Hasil tangkapan kapal ini baru sekitar 6 kg terdiri dari ikan merah, udang tiger dan cumi. Tapi, memang modus mereka curi-curi, beroperasi ini pada saat malam hari, gelap kemudian melihat petugas lengah baru mereka masuk ke wilayah Indonesia. Kalau siang hari lihat banyak kapal patroli, mereka beroperasi ke wilayah Malaysia,” bebernya.
Menurutnya, modus curi-curi dan beroperasi di malam hari ini merupakan inisiatif dari nakhoda kapal, ditambah lagi wilayah perairan Indonesia masih memiliki banyak ikan dari berbagai jenis.
“Penyidikan dilakukan oleh Subdit Gakkum Ditpolair Polda Kaltim, karena masih di wilayah laut teritorial Indonesia. LR kita sangkakan Pasal 92 ayat (1) jo Pasal 26 ayat (1) dan atau Pasal 85 jo Pasal 9 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan,” tegasnya. 



Lazada Indonesia