Home » Utama » Badan Jalan Kawasan TNKM Harus Diawasi

Badan Jalan Kawasan TNKM Harus Diawasi

Badan Jalan Kawasan TNKM Harus Diawasi
Johnny Lagawurin

MALINAU – Kepala Balai TNKM Malinau, Johnny Lagawurin meminta kerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau agar dapat mengawasi badan jalan yang dibangun oleh Pemerintah Pusat maupun daerah. Yakni, badan jalan di kawasan TNKM sepanjang 131 kilometer, hutan lindung 116 kilometer, hutan produksi terbatas 465 kilometer. Sebab, akses yang telah dibuka tentu akan diikuti dengan konsentrasi pemukiman.
“Tapi itu sifatnya jalan umum. Namun kalau di dalam kawasan hutan lindung seperti TNKM tentu tidak diperkenankan,” ujar Johnny, Kamis (8/3) lalu.
Menurut dia, jalan yang sifatnya khusus dengan izin pinjam pakai kawasan dari Kementerian Kehutanan, maka akan dilakukan secara selektif dan terbatas. Artinya badan ruas jalan di TNKM dilarang ada yang bangun rumah.
“Seperti pengalaman saya di Lampung. Disitu kawasan hutan lindung yang dibangun badan jalan, tapi tidak ada yang membangun rumah. Karena kami sangat keras, siapa yang membangun dipinggir jalan akan dikeluarkan,” ungkapnya.
Larangan itu, kata dia, mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat, dengan membuat klosal agar sepanjang ruas jalan di taman nasional atau hutan lindung tidak ada pemukiman.
“Maka dari itu, kami meminta Pemerintah Kabupaten Malinau agar ke depannya bisa membuat hal serupa, sesuai perjanjian kerjasama yang telah ada,” katanya.
Selain meminta dukungan Pemerintah Daerah, dia berharap dukungan dari TNI untuk melakukan pengawasan di kawasan perbatasan, terutama yang masuk di dalam kawasan TNKM tersebut.
“Kami juga minta dari TNI bisa bersama-sama melakukan patroli dan pengawasan di dalam kawasan taman nasional itu,” harapnya.
Sebab, kata dia, per Januari 2018, izin penggunaan kawasan TNKM telah diterbitkan Kementerian Kehutanan. “Karena izinnya sudah ada yang diterbitkan oleh kementerian kehutanan. Maka, kedepan perlu ada langkah-langkah, meski badan jalan belum diketahui kapan bisa terbangun,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia