Home » Advertorial » Pengukuhan 2 Ribu DAD Bentuk Apresiasi Suku Dayak di KTT

Pengukuhan 2 Ribu DAD Bentuk Apresiasi Suku Dayak di KTT

Pengukuhan 2 Ribu DAD  Bentuk Apresiasi Suku Dayak di KTT
DAD se Kaltara ini diharapkan independen dan sebagai mitra bagi pemerintah untuk membangun bersama Kaltara.

TANA TIDUNG – Pengukuhan Dewan Adat Dayak (DAD) se-Kalimantan Utara (Kaltara) yang dilaksanakan Sabtu (10/3) lalu di Desa Limbu Sedulun, Kecamatan Sesayap ini menghadirkan Bupati KTT H Undunsyah serta pejabat dari Provinsi Kalimantan Utara (kaltara). Pengukuhan yang dipusatkan di Kabupaten Tana Tidung (KTT) merupakan penghargaan dan apresiasi yang tinggi terhadap suku dayak yang ada di KTT.
Berbagai tarian penyambutan dari suku Dayak Belusu dan Dayak Kenya dimulai sekira pukul 11.00 Wita menjelang siang hari. Kendati cuaca begitu panas namun sama sekali tak menyurutkan niat dan langkah masyarakat Dayak. Masyarakat yang ada di KTT memadati tempat kegiatan tersebut dengan berpakaian serba adat Dayak untuk melihat secara langsung prosesi pengukuhan.
Sekretaris Umum Dewan Adat Dayak Kaltara, Markus, SE, MM menyatakan bahwa keberagaman suku dan adat yang ada bukan menjadi penghalang sebagai salah satu kemajuan, peningkatan kesejahteraan Kaltara, meski DAD menyadari untuk memperkokoh eksistensi adat Dayak diperlukan pengorbanan, adanya visi, misi serta dapat melepaskan kepentingan pribadi, kelompok untuk persatuan adat dayak bersama.
DAD sendiri berharap dewan adat dayak mempunyai kepedulian, tanggung jawab, motivasi tinggi untuk perkembangan bangsa dan daerahnya dengan motto “Adil katalino bacuramin kasaruga basengat kajubata” yang artinya adil terhadap sesama hidup baik dalam jalan kebenaran dan taat kepada Tuhan yang Maha Esa. Tak hanya itu masyarakat juga perlu sinergitas dan jalin hubungan yang baik dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang lain, komunikasi dengan pemerintah Provinsi Kaltara guna mewujudkan program-program yang direncanakan agar kepengurusan dewan adat Dayak mampu menjalankan amanah hingga waktu jabatan berakhir.
Senada dengan hal tersebut, Bupati, Undunsyah mengatakan bahwa suku-suku yang ada khususnya Dayak perlu mengembangkan diri sesuai dengan era globalisasi. Pasalnya adat sudah mulai terkikis karena kuatnya era globalisasi yang mempengaruhi pola pikir anak-anak dan generasi penerus. Ia mengharapkan dewan adat Dayak dapat menjalankan amanah, melestarikan adat Dayak yang berbudi luhur serta dapat bekerjasama dengan lembaga-lembaga adat di Kaltara khususnya di KTT ini.
“Lembaga adat ini berjalan independen dan bisa bermitra dengan pemerintah serta dapat ikut menyukseskan setiap program yang akan, sedang dan saat ini dilakukan oleh pemerintah supaya pembenahan pembangunan berjalan maksimal,” harapnya. 



Lazada Indonesia