Home » Utama » Kelola TNKM, BTNKM Minim Personil

Kelola TNKM, BTNKM Minim Personil

MALINAU – Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (BTNKM) menyatakan masih sangat membutuhkan personil untuk menjaga dan mengelola hutan konservasi yang berada di intimung-sebutan Kabupaten Malinau ini.
“Dari segi personil kami yang ada untuk mengelola taman nasional ini hanya berkisar 43 orang. Itu sudah termasuk saya,” ungkap, Kepala Balai TNKM Malinau, Johnny Lagawurin beberapa waktu lalu saat melakukan diskusi bersama dengan Pemerintah Daerah dan pemerhati lingkungan.
Dia mengataan, untuk yang terjun langsung ke lapangan melakuan pengawasan maupun kegiatan lainnya hanya berkisar 30 orang. Sedangkan sisanya, sebagian berada di kantor staf administrasi.
“Kalau dilapangan hanya sekitar 30 orang, meski begitu sudah menjadi posisi kami untuk terus melakukan pengelolaan terhadap taman nasional ini cukup luas,” jelasnya.
Minimnya personil tersebut, kata dia, pihaknya telah menyampaikan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar mendapatkan jumlah personil yang sepadan dalam pengelolaan hutan lindung tersebut.
“Kami juga sudah mengusulkan. Sambil menunggu, langkah-langkah yang kita tempuh yah salah satunya merangkul jejaring kepada teman-teman lembaga pemerhati lingkungan. Begitu pula dengan WWF,” jelasnya.
DIa mengakui WWF sendiri tidak begitu aktif dalam pengelolaan hutan. melainkan mengontol apa saja yang ada di dalam hutan lindung tersebut.
“Mereka biasanya bermain disitu. tentang flora dan fauna yang ada di taman nasional ini,” katanya.
Soal realisasi anggaran pengelolaan TNKM 2017, Jhonny menyebutkan, dari Rp12 miliar dari APBN, tersalurkan Rp10 miliar lebih atau 83 persen.
“Anggaran itu dibagi penggunaannya, ada yang kegiatan tata kelola taman dan bebegai kegiatan lain. Termasuk juga untuk gaji pegawai maupun petugas penyuluh dilapangan,” ungkapnya.
Sedangkan di tahun 2018 ini, kata dia, anggaran yang diberikan diperkirakan naik. Rencananya, selain kegiatan tata kelola taman, pihaknya juga akan membangun infrastrutkur di lapangan. Seperti homestay dan off centre.
“Rencananya ada dua lokasi yakni Apau ping dan Long Alonggo,” sebutnya.
Selama pengelolaan TNKM, kata dia, belum pernah ada pembangunan infrastruktur tersebut. “Makanya tahun ini semoga bisa terwujud. Sehingga bisa menjadi pendukung personil yang turun ke lapangan untuk melakukan kelola taman nasional ini. Dan tahun 2019 juga semoga terwujud kantor resort nantinya,” harapnya.  



Lazada Indonesia