Home » Utama » Bentangan Rumput Laut Jadi Ancaman Alur Navigasi

Bentangan Rumput Laut Jadi Ancaman Alur Navigasi

Bentangan Rumput Laut Jadi  Ancaman Alur Navigasi
GELAR PERTEMUAN : Pos TNI AL Tinabasan menggelar sosialisasi kepada puluhan nelayan di Nunukan.

NUNUKAN - Tingginya harga pasaran rumput laut saat ini menjadikan nelayan penangkap ikan di Kabupaten Nunukan berbondong-bondong beralih profesi sebagai pembudidaya komoditi andalan rumput laut.
Namun, hal tersebut berdampak pada perairan di Nunukan khusus di muara Nunukan hingga muara Kayu Mati, perairan simpadan RI-Malaysia tersebut dipenuhi bentangan rumput laut.
Satu sisi, budidaya rumput laut membawa dampak positif, karena meningkatkan perekonomian warga. Disisi lain, dengan banyaknya bentangan di sepanjang perairan Nunukan membuat alur navigasi pelayaran menjadi sempit dan terganggu saat bermanuver kapal. Khususnya kapal besar, seperti kapal Pelni dan kapal niaga lainnya, termasuk KRI saat akan mengisi bekal ulang melalui Perairan Muara Nunukan untuk melaksanakan Patroli.
Untuk mencari solusi, maka pada Senin (12/3), sekitar pukul 09.00 Wita-10.40 Wita, personil Pos AL dan bagian Potensi Maritim melaksanakan sosialisasi dan himbauan kepada nelayan rumput laut dan pemukat rumput laut di kawasan Perairan Posal Tinabasan. Sosialisasi tersebut dihadiri sekitar 70 nelayan rumput laut.
Komandan Lanal Nunukan Letkol Laut (P) Ari Aryono melalui Pjs Danposal Tinabasan Kopda Giatno menyampaikan ada beberapa poin yang disampaikan kepada nelayan. Pertama, nelayan rumput laut diharapkan lebih memperhatikan saat memasang bentangan tali untuk rumput lalu. Dan juga memperhatikan posisi pemasanyannya, sehingga tidak menganggu alur masuk dan keluar menuju Posal Tinabasan serta alur navigasi bagi speedboat yang melintas.
Kedua, lanut dia, para nelayan pemukat rumput laut dalam melaksanakan kegiatannya tidak memukat sembarangan dan merusak hasil rumput laut. Ketiga, nelayan rumput laut dan pemukat mesti saling berkoordinasi dan tidak merugikan satu sama lain. "Upaya ini agar kita sama-sama tidak dirugikan dan saling menjaga supaya nelayan lebih teratur," ungkap Kopda Giatno kepada Koran Kaltara, Senin (12/3).



Lazada Indonesia