Home » Patroli » Bobol Rekening Bank, Warga Turki Ditangkap Polisi

Bobol Rekening Bank, Warga Turki Ditangkap Polisi

Bobol Rekening Bank,  Warga Turki Ditangkap Polisi
Tiga warga negara Turki pembobol rekening bank dengan modus mencuri data rekening nasabah melalui mesin ATM ditangkap Ditreskrimum Polda Bali. (Foto: Antara)

DENPASAR - Aparat Ditreskrimum Polda Bali membekuk tiga warga negara Turki pelaku pembobolan 12 rekening nasabah bank di Pulau Dewata, yang memanfaatkan alat tertentu untuk mengambil data korban ketika mengoperasikan mesin ATM.
Tiga pelaku warga asing itu diidentifikasi bernama Dogan Kimis (43), Mehmet Ali Mentes (31) dan Tayfun Koc (36), yang dicurigai terkait dengan jaringan kejahatan internasional.
“Berdasarkan pengakuan ketiga tersangka, di Bali berhasil membobol 12 data nasabah dan total uang nasabah yang saat ini berhasil diamankan polisi dari aksi kejahatan ketiganya mencapai Rp17,85 juta,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Bali, Kombes (Pol) Sang Made Mahendra Jaya di Polda Bali, Denpasar, Senin (12/3).
Ketiga tersangka, kata dia, merupakan pelaku kejahatan pembobol data ATM yang memiliki jaringan internasional dan sering keluar masuk Bali, dimana ketiga pelaku ini memiliki keahlian masing-masing.
“Kami masih terus menelusuri berapa korban yang data pin ATM-nya yang berhasil dibobol tersangka karena ada barang bukti 83 kartu seperti ATM yang ditahan untuk digunakan mencuri data nasabah dan empat perangkat router yang diamankan,” katanya.
Ia memperkirakan, lebih dari 12 nasabah yang datanya berhasil dibobol pelaku dan kemungkinan telah diambil uangnya.
Kepada petugas, pelaku mengaku membeli alat-alat untuk kejahatannya dari China. “Ini merupakan jaringan internasional dimana data nasabah dikirim ke teman pelaku di Turki juga dan data yang berhasil disabotase pelaku dikirim lagi kepada ketiga tersangka untuk mengasak uang korbannya,” katanya.
Pihaknya mengimbau nasabah yang hendak mengambil uang di mesin ATM, agar waspada dan mencari lokasi ATM yang aman dan diawasi petugas keamanan sehingga dapat mencegah pelaku memasang alat ini.
“Saya mengimbau kepada masyarakat agar saat hendak mengambil uang di ATM agar melihat apa ada alat yang mencurigakan seperti kamera pengintai ditombol mesin ATM itu,” ujarnya.
Kepada petugas, ketiga tersangka mengaku sering keluar masuk negara Malaysia dan Thailand.



Lazada Indonesia