Home » Politik » Bawaslu Tarakan Belum Temukan Pelanggaran Kampanye

Bawaslu Tarakan Belum Temukan Pelanggaran Kampanye

TARAKAN – Sejak berjalan pada 15 Februari lalu, pelaksanaan kampanye bagi pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Tarakan periode 2019-2024, hingga Senin (12/3) kemarin, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Tarakan belum menerima laporan, maupun menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh tim sukses maupun paslon yang bersangkutan.
Dikatakan Ketua Bawaslu Tarakan, Sulaiman bahwa pihaknya sampai saat ini belum menemukan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh paslon maupun tim sukses. Saat menemukan indikasi pelanggaran, pihaknya selalu melakukan koordinasi untuk menghentikan kegiatan.
“Ada memang kegiatan paslon yang tidak sesuai, tetapi sebelum dimulai sudah kita larang dan minta untuk tidak dilanjutkan. Dan mereka mengikuti instruksi dari kami. Karena biasanya kita juga memberikan penjelasan sesuai dengan aturan yang ada,” bebernya.
Jadwal kapanye paslon telah diatur sesuai dengan daerah pemilihan. Secara kebetulan, di Tarakan ada empat kecamatan, sesuai dengan jumlah paslon yakni empat pasang. Sehingga setiap hari dirolling sesuai dengan kecamatan masing-masing.
“Temen-temen paslon dan tim sukses inikan sudah ada jadwal kampanye sesuai dengan daerah pemilihan masing-masing, kalau mereka akan melakukan kampanye, pasti kita tahu dan jika ada yang mengajukan dengan tema lain atau menggunakan tempat tertentu, kita akan pelajari. Jika sesuai aturan kita persilakan, tetapi jika tidak bisa akan kita alihkan,” urainya.
Selama ini, setiap Bawaslu melakukan pelarangan di tempat-tempat tertentu seperti sarana dan prasarana tempat ibadah untuk dilakukan kampaye, selalu direspons dengan baik oleh paslon maupun tim suskes. Selain itu, Bawaslu juga mewanti-wanti untuk tidak melakukan kampanye di luar jadwal atau lokasi yang sudah ditetapkan.
“Misalnya paslon A jadwal melakukan kampanye di Tarakan Barat ternyata dia melakukan di Tarakan Tengah, itu melanggar aturan, maka kita bisa menghentikan kegiatan tersebut, apalagi kita juga punya anggota disetiap kelurahan maupun kecamatan. Sehingga semua kegiatan yang dilakukan oleh paslon maupun tim suskes selalu terpantau oleh kami,” tegasnya.
Meskipun tidak menyebutkan secara rinci, tetapi Sulaiman secara tegas mengatakan bahwa ada sanksi yang menanti bagi paslon dan tim sukses yang melanggar aturan.
“Bagi paslon yang tidak mematuhi jadwal, sanksinya tegas dan ini sudah diatur dalam undang-undang. Bahkan yang bersangkutan bisa didiskualifikasi jika sudah kita peringatkan berkali-kali tetapi melakukan kesalahan yang sama. Soal jadwal misalnya, jika kampanye di luar jadwal dan sudah kita peringatkan masih nekat, maka bisa kita diskualifikasi. Tetapi jika ada yang salah tetapi kita peringatkan dan langsung mematuhi, tidak kita hitung sebagai pelanggaran,” bebernya.
Jika Bawaslu menemukan pelanggaran atau laporan dari masyarakat, maka paslon yang bersangkutan akan langsung mendapatkan surat peringatan, dan diteruskan dengan tindakan lainnya, jika surat peringatan diabaikan. 



Lazada Indonesia