Home » Utama » Pedagang Air Bersih Keliling Menjamur

Pedagang Air Bersih Keliling Menjamur

Pedagang Air Bersih Keliling Menjamur
Dengan sulitnya air bersih diperoleh masyarakat terutama masyarakat desa yang belum tersentuh air bersih PDAM, pedagang air keliling menuai keuntungan yang cukup besar, tak heran pedagang air keliling kini menjamur.

TANA TIDUNG- Minimnya layanan air bersih dari PDAM Tideng Pale membuat sebagian desa yang saat ini belum terlayani oleh PDAM harus mengandalkan air sungai, air hujan bahkan membeli air bersih pada pedagang air keliling meski harus membeli dengan harga tinggi.
Edi, yang dulunya menjadi tenaga kontrak pada salah satu instansi pemerintah kini telah beralih membuka usaha menjual air bersih keliling. Dengan bermodalkan mobil milik temannya ia mulai menerima orderan air bersih baik dari kawasan Ibukota Kabupaten, Tideng Pale maupun hingga desa-desa yang ada di kawasan darat di Kecamatan Sesayap Hilir.
“Sebelumnya menjadi tenaga kontrak pada salah satu instansi pemerintah, akan tetapi tidak adalagi perpanjangan kontrak untuk saya, makanya sekarang ini menjual air keliling sebab prospeknya cukup bagus sebab banyak masyarakat yang masih mengandalkan air hujan makanya ketika musim kemarau seperti ini dimanfaatkan untuk menjual air keliling, hasilnya cukup lumayan,” kata Edi, Selasa (13/3) kemarin.
Dikatakan, setiap awal tahun Pemkab melakukan perpanjangan kontrak kerja atau merumahkan bagi sebagian tenaga kontraknya (honorer) dan ia termasuk salah satunya yang dirumahkan, semula ia mengaku kesulitan untuk menyambung hidup dengan menganggur selama hampir satu bulan di bulan Januari lalu, akan tetapi temannya yang kebetulan mempunyai mobil jenis pick up jarang digunakan maka ia pun bekerjasama dengan temannya tersebut untuk mengelola usaha air bersih ini bersama-sama.
“Yang pastinya ada pembagian hasil karena saya yang menjalankan sementara teman saya yang punya kendaraannya, bersyukur dengan berjualan air keliling ini malah hasilnya melebihi saat saya bekerja sebelumnya, orderan saat kemarau seperti ini bukan saja datang dari kawasan Tideng pale saja tapi juga desa-desa yang ada di Kecamatan Sesayap Hilir,” tambahnya.
Dengan banyaknya orderan, dalam satu harinya ia biasa mengisi air bersih kerumah-rumah masyarakat sampai 7-8 kali dengan takaran 1100 liter (ukuran tangki profil) dengan harga Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu tergantung jarak tempuh rumah yang akan diisi air bersih, artinya pengisian air bersih dikawasan ibukota tidak membutuhkan pengisian bahan bakar yang banyak sehingga harga ia patok Rp 60 ribu pertangkinya sedangkan yang kawasan jauh bisa mencapai Rp 70 ribu pertangkinya.
“Kemarau yang jauh lebih ramai pembeli sebab kami sampai melayani hingga malam hari pada Pukul 20.00 atau Pukul 8 malam, sedangkan saat musim hujan pembeli akan berkurang meski begitu ada saja kantor atau warung makan yang memesan secara berkala, lumayan penghasilannya,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia