Home » Utama » Eks Transito Belum juga Dikosongkan

Eks Transito Belum juga Dikosongkan

TANJUNG SELOR – Pemenuhan fasilitas asrama untuk mahasiswa asal Bulungan yang ada di Tarakan hingga saat ini belum kunjung terealisasi. Pasalnya bangunan eks Transito milik Pemkab Bulungan di Tarakan yang rencananya bakal digunakan untuk asrama, belum juga dikosongkan oleh penghuni yang menempati.
Pemkab Bulungan melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), sebelumnya sudah melakukan komunikasi kepada pihak terkait di lingkup Pemkot Tarakan. Yaitu melalui BPKAD dan juga pihak kelurahan yang bangunannya ada satu lahan dengan Eks Transito.
Kepala Bidang Aset pada BPKAD Bulungan Aspriani mengatakan, pihaknya sudah berusaha mendesak sejak 2017 lalu. Bahkan informasi yang dihimpun, sejumlah mahasiswa Bulungan yang ada di Tarakan telah meminta dan mendesak Pemkab untuk memenuhi fasilitas asramanya.
“Terakhir bulan lalu (Februari) kami juga sudah ke sana dan konsultasi ke BPKAD Tarakan. Tapi sampai saat ini belum ada informasi pengosongan bangunan tersebut. Selain itu kami juga komunikasi dengan mantan Sekkotnya Pak Badrun yang saat beliau menjabat ini sudah ditempati. Beliau janji bakal menyelesaikan ini,” ujar Aspriani.
Meski memiliki target cepat dikosongkan, pihaknya masih bisa bersabar. Hanya saja, tetap melakukan upaya pengosongan bangunan tersebut. Apalagi untuk pemanfaatkan lanjutan, dan perlu perbaikan diakui pihaknya sudah masuk perencanaan.
“Para mahasiswa kita yang disana terus mendesak. Ini sempat juga oleh mahasiswa mengkomunikasikan dengan bupati, dan bupati menyampaikan ke kami,” ungkapnya.
Selain itu, pihak BPKAD juga menyayangkan penggunaan aset Bulungan yang ada di Tarakan itu. karena selama ini tanpa melalui mekanisme permohonan izin. Terlebih bangunan pemerintah berupa kelurahan juga ada di lahan tersebut.
“Mereka tidak pernah meminta ke kita, bahkan sampai hari ini. Dalam hal ini kami juga sudah menyarankan mereka membuat surat pinjam pakai, tapi tidak pernah. Mestinya sejak kita surati cepat ditanggapi. Kan itu juga pembangunan fasilitas disitu tak ada izin ke kita. Padahal lahan kita,” kata Aspriani.
Dia mengatakan, pihaknya sudah dua kali menyurati. Namun eks transito belum juga dikosongkan. Sehingga dipastikan akan ada surat ketiga, yang diperkirakan Maret ini akan dilayangkan.
“Tapi kalau akhirnya tidak juga bisa kosong, bisa saja hal terburuk yaitu secara paksa. Namun itu kita masih bertahap dulu. Prosesnya kita upayakan sewajarnya saja. Kita juga sudah komunikasikan. Kita tunggu dulu lah prosesnya,” imbuh dia. 



Lazada Indonesia