Home » Utama » Cetak KTP Prioritaskan bagi Warga yang Sudah Merekam

Cetak KTP Prioritaskan bagi Warga yang Sudah Merekam

Cetak KTP Prioritaskan bagi  Warga yang Sudah Merekam
URUS E-KTP - Kantor Disdukcapil Bulungan dipadati warga yang hendak mengurus dokumen kependudukan dan catatan sipil.

TANJUNG SELOR – Dari sekitar 30 ribu blanko KTP Elektronik (E−KTP) yang diusulkan, tahun ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bulungan mendapatkan alokasi 10 ribu keping blanko. Karena jumlahnya terbatas, untuk pencetakan akan diprioritaskan bagi warga yang sebelumnya sudah melakukan perekaman.
Kepala Disdukcapil Bulungan Abdul Wahid, dari 10.000 keping blanko E-KTP ini, pihaknya membagi menjadi sebanyak 70 persen untuk penduduk yang sudah melakukan rekaman dan 30 persennya untuk masyarakat yang ingin mengganti nomenklatur dari Kaltim ke Kaltara atau bagi penduduk yang baru melakukan perekaman di waktu berikutnya.
“Kuotanya ini yang tentukan dari pusat. Kita hanya diberikan 10 ribu itu saja. Jadi itu yang dimanfaatkan sekarang untuk masyarakat Bulungan,” ungkap Wahid kepada Koran Kaltara.
Sedangkan jika ada E−KTP yang mengalami kerusakan, Wahid sampaikan, pihaknya akan menilai dulu kerusakan seperti apa. Misalkan masih bisa terbaca, identitasnya maka tidak perlu diganti. Namun jika kerusakan sudah parah atau patah, baru akan dibuatkan KTP baru.
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kamelia Hairid menerangkan, pihaknya sudah melakukan pencetakan bagi yang sudah merekam dan menunggu E−KTP-nya jadi, sejak beberapa minggu lalu.
“Sampai kemarin sudah ada sekitar 600an yang dicetak. Mungkin dengan hari ini seribuan lebih. Itu sudah semua untuk masyarakat yang sudah merekam, tapi belum menerima E−KTP,” ungkap Kamelia.
Dengan demikian, artinya masih ada 5 ribu lebih keping yang tersisa. Karena jatah untuk masyarakat yang merekam sudah terpenuhi dari 7 ribu jatah dari Disdukcapil sendiri. Sisanya itu, Kamel sampaikan, akan diperuntukkan bagi masyarakat yang terus melakukan perekaman. Termasuk akan digunakan program jemput bola ke kecamatan dan desa.
“Itu agenda tahunan kami, jemput bola ke 10 kecamatan yang ada. Jadi pakai yang tersisa itu. Dan juga kan yang berusia 17 tahun juga akan terus bertambah ini sekarang,” tuturnya.
Kamelia mengakui, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang belum melakukan perekamanan E-KTP. Bukan hanya di kecamatan yang sulit terjangkau seperti Peso atau Sekatak, bahkan di Tanjung Selor juga nilainya cukup tinggi.
“Yang saya ingat di Tanjung Palas masih ada lebih dari seribu orang yang belum rekam E-KTP,” paparnya. Untuk usulan, Kamel pastikan pihaknya akan mengusulkan lagi jika blanko yang ada sekarang sisa 500 keping. Tetapi untuk realisasinya akan merupakan keputusan pusat. 



Lazada Indonesia