Home » Utama » Perbaikan Sarpras Olahraga, Disparpora Usulkan Rp100 Miliar

Perbaikan Sarpras Olahraga, Disparpora Usulkan Rp100 Miliar

Perbaikan Sarpras Olahraga,  Disparpora Usulkan Rp100 Miliar
PERBAIKAN – Sejumlah sarpras olahraga Bulungan bakal diperbaiki, termasuk Stadion Andi Tjatjok Tanjung Selor.

TANJUNG SELOR – Karena faktor usia, sejumlah Sarana dan Prasarana (Sarpras) olahraga di Bulungan kondisinya rusak. Sehingga perlu dilakukan perbaikan, hingga rehab. Untuk keperluan itu, Pemkab Bulungan melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bulungan telah mengusulkan anggaran sekitar Rp100 miliar ke pusat. Dalam hal ini ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.
Kepala Disparpora Bulungan Datu Jamlus mengatakan, usulan anggaran untuk rehab sejumlah sarana olahraga tersebut sudah disampaikan. Namun untuk menindaklanjuti, pihaknya akan memastikan hal itu ke Kementerian.
“Untuk biaya rehab, perbaikan, hingga melengkapi sejumlah fasilitas olahraga di Bulungan kita sudah ajukan usulan Rp100 miliar ke Kementerian. Rencananya kita akan jajaki lagi, ke kementerian. Kita akan coba kesana lagi lah,” ungkap Datu Jamlus.
Diungkapkan, ada banyak Sarpras olahraga yang perlu perbaikan dan dilengkapi. Namun dari sekian banyak itu, beberapa di antaranya diprioritaskan. Seperti, fasilitas olahraga bulutangkis gedung handal. Lalu gedung tenis indoor Anggun, dan juga stadion Andi Tjatjok di Jalan Cendrawasih, yang sebelumnya atap stadion sempat ambruk.
“Ini khusus untuk sarpras saja dulu. Memang sepertinya usulan Rp100 miliar itu banyak. Tapi itu kan usulan, kalau disetujui semua alhamdulillah. Kalau yang disetujui kecil jauh dari usulan, ya kita maksimalkan anggaran yang ada. Pastinya itu untuk perbaikan dan melengkapi fasilitas yang kurang,” jelasnya.
Sementara itu, disinggung terkait perbaikan stadion Andi Tjatjok yang atapnya sempat ambruk akibat diterpa angina beberapa waktu lalu, Datu Jamlus mengatakan, sejauh ini untuk aset yang ambruk sudah dirapikan. Sebagai tindak lanjut, selain perbaikan, sejumlah besi tua atap didata kembali di aset.
“Nah, itu katanya mau dilelang, tapi saya juga komunikasikan ke bidang aset, sepertinya untuk besi-besi atap itu kan rusaknya hampir 99 persen. Saya sarankan lebih baik dihapuskan saja dari aset. Jangan sampai malah lebih mahal biaya untuk lelang karena melibatkan tim. Belum lagi kemungkinan peminatnya juga kurang, tapi tak masalah yang jelas kita serahkan ke aset. Selanjutnya kita fokus perbaikannya, yang juga masuk dalam usulan kita itu ke kementerian,” imbuh dia. 



Lazada Indonesia